Liver Kotor: Fakta, Mitos, dan Cara Menjaga Hati Tetap Sehat
ILUSTRASI: Liver kotor memang populer di masyarakat, tetapi secara medis hati sudah memiliki kemampuan alami untuk membersihkan racun.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Liver atau hati adalah organ padat terbesar di tubuh manusia, terletak di kanan atas rongga perut tepat di bawah diafragma. Organ ini berperan vital dalam hampir setiap proses metabolisme, sehingga kerusakan hati dapat memengaruhi kesehatan seluruh tubuh.
Fungsi Utama Hati
- Menyaring racun dari darah agar tidak menyebar ke organ lain.
- Menghasilkan empedu untuk memecah dan mencerna lemak.
- Menyimpan cadangan energi (glikogen), vitamin, dan mineral penting.
- Mengatur metabolisme nutrisi termasuk karbohidrat, lemak, dan protein.
- Mendukung sistem imun untuk melawan infeksi.
Kerusakan hati tidak hanya memengaruhi organ ini saja, tetapi juga berdampak pada ginjal, pankreas, bahkan jantung.
BACA JUGA:Tumor Usus Besar: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Penanganan Lengkap
Apa Itu “Liver Kotor”?
Istilah “liver kotor” sebenarnya tidak dikenal secara medis. Ini adalah istilah populer yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan hati yang tidak berfungsi optimal akibat penumpukan lemak, racun, atau zat sisa metabolisme.
Secara medis, kondisi ini bisa merujuk pada:
- Perlemakan hati (fatty liver) – lemak menumpuk di sel hati.
- Kerusakan hati akibat alkohol atau obat tertentu.
- Hepatitis – peradangan hati akibat infeksi virus.
BACA JUGA:Pantai Raihenek Malaka, Surga Tersembunyi di NTT yang Masih Alami
Fakta Tentang Fungsi Detoks Hati
Banyak yang percaya hati perlu “dibersihkan” dengan minuman atau suplemen tertentu.
Faktanya:
- Hati adalah organ detoks alami yang membuang racun melalui empedu dan urine.
- Tidak ada metode “detoks cepat” yang terbukti efektif secara ilmiah.
- Cara terbaik mendukung hati adalah mengurangi beban kerja dengan pola hidup sehat.
BACA JUGA:Sawah Jaring Laba-Laba Cancar, Keindahan Unik Warisan Adat Manggarai
Gejala Hati Tidak Sehat
Waspadai tanda-tanda berikut:
- Mudah lelah atau lesu.
- Nyeri atau rasa penuh di perut kanan atas.
- Kulit dan mata menguning (jaundice).
- Urine gelap, tinja pucat.
- Perut atau kaki bengkak karena penumpukan cairan.
- Mual berkepanjangan, kehilangan nafsu makan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




