Tumor Usus Besar: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Penanganan Lengkap
Tumor usus besar bisa jinak atau ganas, kenali perbedaannya-Ilustrasi: Freepik.com-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Tumor usus besar adalah pertumbuhan jaringan tidak normal pada bagian kolon, yaitu segmen terakhir saluran pencernaan sebelum mencapai rektum.
Pertumbuhan ini bisa bersifat jinak (non-kanker) atau ganas (kanker kolorektal).
Tumor jinak tidak menyebar ke jaringan lain, tetapi dapat berkembang menjadi tumor ganas jika tidak segera diatasi.
Sebaliknya, tumor ganas bersifat invasif dan mampu menyebar ke organ lain melalui aliran darah atau sistem limfatik.
BACA JUGA:Pantai Raihenek Malaka, Surga Tersembunyi di NTT yang Masih Alami
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, tumor usus besar sering tidak menunjukkan gejala. Namun, ketika ukurannya membesar atau mengganggu fungsi usus, tanda-tanda berikut dapat muncul:
- Perubahan pola BAB seperti sembelit berkepanjangan, diare terus-menerus, atau rasa tidak tuntas saat BAB.
- Darah pada tinja, baik bercak merah segar maupun tinja berwarna hitam pekat.
- Nyeri perut atau kram yang berulang dan tidak membaik dengan obat biasa.
- Perut kembung atau penuh meski sudah buang angin.
- Penurunan berat badan drastis tanpa perubahan pola makan.
- Kelelahan ekstrem akibat penyerapan nutrisi terganggu.
- Anemia karena perdarahan kecil yang terus berlangsung di saluran pencernaan.
Gejala ini bisa mirip penyakit pencernaan lain seperti wasir atau irritable bowel syndrome (IBS). Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan diagnosis.
BACA JUGA:Sawah Jaring Laba-Laba Cancar, Keindahan Unik Warisan Adat Manggarai
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti tumor usus besar belum diketahui, tetapi faktor berikut dapat meningkatkan risiko:
- Pola makan rendah serat dan tinggi lemak (daging merah, fast food, makanan olahan).
- Gaya hidup kurang bergerak yang memperlambat kerja usus.
- Riwayat keluarga dengan kanker kolorektal atau polip usus.
- Usia di atas 50 tahun.
- Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
- Penyakit radang usus kronis seperti kolitis ulseratif atau Crohn.
- Obesitas yang mempengaruhi hormon dan metabolisme.
BACA JUGA:Gastrula: Tahap Penting Pembentukan Organ Janin
Metode Diagnosis
Untuk memastikan keberadaan tumor usus besar, dokter dapat melakukan:
- Kolonoskopi – melihat langsung bagian dalam usus besar dan mengambil sampel jaringan.
- Tes tinja – mendeteksi darah tersembunyi atau sel abnormal.
- CT scan / MRI – memeriksa ukuran, lokasi, dan penyebaran tumor.
- Biopsi – menentukan apakah tumor bersifat jinak atau ganas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




