Parkir Liar di Jalan ZA Pagar Alam Kian Marak, Kemacetan Tak Terhindarkan
Parkir liar di ZA Pagar Alam makin parah, bikin macet meski ada lahan parkir resmi-Foto Enrique Ferari -
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Fenomena parkir liar di sepanjang Jalan ZA Pagar Alam, Kota Bandar Lampung, semakin memprihatinkan.
Meskipun sebagian besar toko dan ruko telah menyediakan lahan parkir, baik berupa area terbuka di depan bangunan maupun parkir terbatas di belakang, banyak pengendara tetap memilih berhenti di pinggir jalan.
Kebiasaan ini tidak hanya menghambat kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan lainnya.
Pantauan di lapangan pada Minggu, 10 Agustus 2025, menunjukkan sejumlah titik parkir liar yang padat, terutama di sekitar pusat perbelanjaan dan area usaha.
BACA JUGA:Lampu Merah ZA Pagar Alam Kerap Diterobos, Pengemudi Resah
Kendaraan roda dua dan roda empat terlihat menumpuk di bahu jalan dan area yang seharusnya digunakan untuk kelancaran lalu lintas.
Ruas jalan yang awalnya cukup lapang menjadi menyempit, menimbulkan kemacetan, terutama saat jam sibuk pagi, sore, dan malam hari.
Salah satu pengendara motor yang rutin parkir di pinggir jalan mengaku memilih lokasi tersebut karena praktis dan mudah diakses.
“Saya memilih parkir di pinggir jalan supaya cepat keluar dan tidak ribet. Kalau parkir di dalam ruko atau toko, kadang kendaraan susah keluar karena harus mengantri atau menunggu pengendara lain,” ujarnya.
BACA JUGA:Gastrula: Tahap Penting Pembentukan Organ Janin
Meski ada fasilitas parkir resmi, kapasitasnya kerap tidak memadai. Banyak pengelola usaha menyediakan lahan parkir, namun daya tampungnya terbatas, terutama pada jam ramai.
Kondisi ini memaksa sebagian pengendara mencari alternatif di luar area resmi, sehingga parkir liar menjadi pilihan.
Praktik parkir liar memberi dampak signifikan. Selain memperparah kemacetan, jalan yang menyempit akibat parkir sembarangan membahayakan pejalan kaki dan pengendara lain. Risiko kecelakaan meningkat karena ruang gerak kendaraan berkurang.
Pengelola kawasan tengah mempertimbangkan penambahan fasilitas parkir yang lebih memadai sebagai solusi jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




