Propriosepsi: Indra Penting yang Jarang Disadari untuk Gerak Tubuh Stabil
Meskipun tidak tampak secara langsung dan sering tidak disadari, indra proprioseptif memainkan peran krusial dalam setiap gerakan tubuh manusia. - Foto freepik--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Saat kita membahas sistem indera manusia, biasanya yang terlintas di benak adalah lima indra utama: penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa. Namun, sesungguhnya ada lebih banyak indra yang berperan penting dalam fungsi tubuh.
Salah satunya adalah indra proprioseptif, yang berfungsi secara otomatis dan sering tidak kita sadari, namun sangat penting dalam menjaga kelancaran gerak dan kestabilan tubuh.
Propriosepsi adalah kemampuan alami tubuh untuk mengenali posisi dan pergerakan bagian-bagian tubuhnya sendiri di ruang tanpa perlu bantuan penglihatan.
Misalnya, kita bisa menggaruk kepala meskipun mata tertutup karena otak kita menerima informasi tentang posisi lengan, sendi, dan otot dari sistem proprioseptif.
BACA JUGA:MG Perkenalkan Mobil Hybrid: Solusi Praktis di Tengah Keterbatasan Infrastruktur EV
Sistem ini bekerja melalui sensor atau reseptor saraf yang terdapat pada otot, sendi, dan tendon.
Reseptor tersebut secara konstan mengirimkan sinyal ke sumsum tulang belakang dan otak, memberi tahu sistem saraf pusat tentang bagaimana dan sejauh mana bagian tubuh tertentu sedang bergerak, serta seberapa besar tekanan atau ketegangan yang terjadi.
Tanpa kemampuan proprioseptif, kita akan kesulitan melakukan berbagai aktivitas fisik yang sebenarnya tampak sederhana. Indra ini memengaruhi sejumlah besar aktivitas motorik, seperti;
- Menjaga keseimbangan tubuh, terutama saat berdiri di permukaan yang tidak stabil, seperti pasir atau permukaan miring.
- Mengkoordinasikan gerakan kompleks, misalnya saat menulis, berlari, bermain alat musik, atau menggunakan peralatan rumah tangga.
- Membantu kita mengontrol kekuatan dan kecepatan gerakan, seperti ketika melempar bola, menendang, atau mengangkat barang agar tidak terlalu keras atau terlalu lemah.
- Mencegah cedera, karena tubuh mampu secara otomatis memperbaiki postur atau menghentikan gerakan saat merasakan ketegangan berlebih.
BACA JUGA:Waktu Paling Tepat Minum Teh Kunyit Menurut Pakar Agar Khasiatnya Maksimal
Gangguan pada sistem proprioseptif dapat berdampak signifikan pada kemampuan seseorang dalam mengontrol gerakan tubuh dan mempertahankan postur.
Beberapa penyebab umum terganggunya fungsi ini meliputi;
- Cedera otot atau saraf, seperti akibat kecelakaan atau trauma fisik.
- Penyakit neurologis, misalnya stroke, Parkinson, atau multiple sclerosis.
- Gangguan perkembangan sensorik, terutama pada anak-anak dengan kondisi seperti autisme, ADHD, atau sensory processing disorder (SPD).
- Tanda-tanda umum dari gangguan propriosepsi mencakup: sering tersandung atau terjatuh, kesulitan menjaga keseimbangan saat berjalan, postur tubuh yang buruk, gerakan yang canggung atau tidak terkoordinasi, serta kesulitan menilai jarak antara tubuh dengan benda di sekitarnya.
BACA JUGA:Simulasi KUR BRI 2025: Pinjam Rp 500 Juta, Bayar Cicilan Rp 10 Juta
Cara Melatih dan Menguatkan Kemampuan Proprioseptif
Kabar baiknya, sistem proprioseptif bisa ditingkatkan melalui latihan yang konsisten. Beberapa metode efektif untuk melatih kemampuan ini meliputi;
- Latihan keseimbangan, seperti berdiri dengan satu kaki, senam yoga, tai chi, atau berjalan di atas permukaan tidak rata (misalnya rumput atau pasir).
- Aktivitas proprioseptif intensif, seperti naik turun tangga, melompat di atas trampolin, menarik atau mendorong benda berat, atau menggunakan peralatan khusus seperti bola keseimbangan (gym ball).
- Terapi okupasi dan fisioterapi, sangat bermanfaat bagi anak-anak dengan gangguan sensorik maupun orang dewasa yang sedang menjalani pemulihan dari cedera saraf atau otot.
- Aktivitas permainan sensorik untuk anak-anak, seperti bermain dengan plastisin, memanjat, atau berjalan di lintasan halang rintang buatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
