Mengapa Rem Kendaraan Bisa Blong? Ini Penjelasan Lengkapnya

Mengapa Rem Kendaraan Bisa Blong? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ketahui penyebab rem alami blong saat digunakan. - Foto Pexels/--

MEDIALAMPUNG.CO.IDRem blong adalah kondisi saat sistem pengereman kendaraan gagal total atau tidak berfungsi optimal, sehingga kendaraan tidak dapat dihentikan atau diperlambat. 

Situasi ini sangat membahayakan, terutama jika terjadi di jalan menurun atau saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

Data dari Korlantas Polri mencatat bahwa pada semester I tahun 2023, sekitar 80 persen kecelakaan yang melibatkan angkutan umum dan kendaraan barang disebabkan oleh kerusakan sistem rem serta faktor kelelahan pengemudi. Dari total 68.579 kecelakaan, lebih dari 12.600 jiwa dilaporkan meninggal dunia.

Sebelumnya, antara tahun 2017 hingga 2018, kecelakaan akibat kegagalan rem meningkat dari 7.083 kasus menjadi 9.333 kasus per tahun. Artinya, sekitar 25 kejadian serupa terjadi setiap hari. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman rem blong di jalan raya.

BACA JUGA:Warga Rekam Dugaan Pengecoran BBM Subsidi, Pengelola SPBU Usuf Beri Klarifikasi

Rem blong umumnya disebabkan oleh kombinasi dari faktor teknis dan kesalahan manusia. Salah satu penyebab utama adalah overheating pada kampas dan minyak rem. Ketika rem digunakan berulang kali dalam kondisi menurun, suhu kampas dan cairan rem meningkat drastis. 

Hal ini bisa menyebabkan gejala vapor lock, yaitu saat cairan mendidih dan tekanan hidraulik hilang, sehingga sistem pengereman tidak lagi bekerja efektif.

Kebocoran atau kontaminasi minyak rem juga menjadi penyebab umum. Minyak rem yang bersifat higroskopis mudah menyerap air, sehingga titik didihnya menurun dan menyebabkan korosi serta endapan yang dapat melemahkan sistem. Kebocoran juga akan mengurangi tekanan dalam sistem pengereman.

Selain itu, kampas rem dan komponen lain seperti kaliper, piston, atau seal yang aus atau berkarat juga menyebabkan rem tidak maksimal. Kerusakan ini umumnya terjadi karena kurangnya perawatan berkala.

BACA JUGA:8 Mobil Listrik Fast Charging 2025: Isi Daya Super Cepat, Jarak Tempuh Panjang!

Kendaraan yang membawa muatan berlebih juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami rem blong. Beban yang melebihi kapasitas membuat kerja sistem rem semakin berat. 

Pada kendaraan berat, sistem rem pneumatik pun bisa gagal apabila terjadi kebocoran atau tekanan angin tidak mencukupi. Fenomena ini biasa disebut dengan tekor angin atau backfeeding.

Kesalahan dalam teknik mengemudi juga turut menyumbang potensi rem blong. Beberapa pengemudi terbiasa menginjak rem terus-menerus tanpa jeda di jalan menurun atau bahkan mematikan mesin untuk menghemat bahan bakar. 

Kebiasaan seperti ini sangat berisiko karena sistem rem tidak diberi kesempatan untuk mendingin.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: