Sayyang Pattuduq: Tarian Kuda yang Menjadi Warisan Sakral Tanah Mandar
Sayyang Pattuduq biasanya digelar setelah tanggal 12 Rabiul Awal, saat perayaan Maulid Nabi telah usai. Foto: Instagram@awhy_syahreza--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Di wilayah Mandar, Sulawesi Barat, terdapat sebuah tradisi yang sangat unik dan penuh makna, yakni Sayyang Pattuduq.
Tradisi ini menampilkan seekor kuda yang dihias dan dilatih secara khusus agar mampu menari mengikuti irama musik.
Perayaan ini biasanya digelar saat Maulid Nabi Muhammad SAW atau untuk memperingati keberhasilan anak-anak dalam menghafal atau menamatkan Al-Qur’an.
Kuda dalam tradisi ini tidak berjalan biasa. Ia melangkah dengan anggun, mengikuti alunan rebana, sambil menganggukkan kepala dan mengangkat kaki depan secara teratur.
BACA JUGA:7 Sunscreen Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas: Rahasia Kulit Tetap Awet Muda
Di punggungnya duduk seorang anak yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, dan ditemani perempuan dewasa berpakaian adat yang disebut pissawe.
Selama arak-arakan, suasana kampung menjadi semarak oleh iringan musik, lantunan selawat, dan sorakan warga yang antusias menyambut iring-iringan ini.
Tradisi ini dipercaya telah ada sejak ratusan tahun lalu dan semakin dikenal luas setelah masuknya Islam ke Mandar sekitar abad ke-16. Dahulu, kuda adalah simbol status dan kekuatan dalam kehidupan bangsawan.
Namun, ketika Islam berkembang di wilayah ini, peran kuda bergeser menjadi bagian dari proses pendidikan keagamaan.
BACA JUGA:11 Pulau Eksotis yang Memikat Hati di Indonesia
Di masa itu, para santri di pesantren tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga diajarkan bagaimana menjinakkan dan melatih kuda.
Salah satu bentuk pelatihan itu adalah membuat kuda menari mengikuti irama rebana dan lantunan pujian.
Dari sinilah awal mula Sayyang Pattuduq sebagai bentuk perayaan khataman Al-Qur’an dan peringatan hari besar Islam.
Tradisi Sayyang Pattuduq tidak hanya dimaknai sebagai tontonan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap anak-anak yang tekun belajar agama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
