Efek Samping ERACS, Dua Artis Ini Alami Nyeri dan Alergi Obat

Efek Samping ERACS, Dua Artis Ini Alami Nyeri dan Alergi Obat

Acha Sinaga Berjuang Saat Melahirkan Anak Ketiganya Menggunakan Metode ERACS. - Foto Istimewa--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, metode persalinan ERACS atau Enhanced Recovery After Cesarean Surgery menjadi pilihan populer bagi banyak ibu, termasuk kalangan selebriti di Indonesia. 

Metode ini menjanjikan pemulihan yang lebih cepat dan minim rasa sakit pasca operasi caesar. Namun, kenyataannya tidak semua ibu bisa merasakan manfaat maksimal dari metode ini. Bahkan beberapa justru mengalami efek samping yang cukup berat.

Dua artis Tanah Air, Tasya Kamila dan Acha Sinaga secara terbuka membagikan pengalaman mereka yang tak mudah saat melahirkan dengan metode ERACS

Meski semula penuh harapan, proses persalinan yang mereka jalani justru diwarnai tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.

BACA JUGA:China Perketat Ekspor Mobil Bekas demi Jaga Kualitas dan Transparansi Global

Sebelum masuk ke kisah para artis, mari pahami terlebih dahulu apa itu metode ERACS. ERACS merupakan pendekatan terbaru dalam prosedur operasi caesar yang dirancang untuk mempercepat pemulihan pasien. 

Teknik ini mencakup pemberian obat-obatan tertentu, teknik anestesi yang lebih aman, serta pendekatan minimal invasif untuk mengurangi trauma pasca operasi.

Biasanya, pasien yang menjalani ERACS bisa mulai duduk dalam waktu 2–4 jam setelah operasi, bahkan sudah dapat berjalan dalam 6–8 jam. Selain itu, waktu rawat inap di rumah sakit bisa lebih singkat dibandingkan operasi caesar konvensional. 

Namun tentu saja, keberhasilan metode ini sangat tergantung pada kondisi kesehatan individu dan respons tubuh terhadap obat-obatan yang digunakan.

BACA JUGA:Cara Aman Dapat Saldo DANA Gratis hingga Rp700 Ribu Tanpa Aplikasi Tambahan

Tasya Kamila: Terhambat Alergi, Pemulihan Tak Sesuai Ekspektasi

Mantan penyanyi cilik yang kini menjadi ibu dua anak, Tasya Kamila, memilih ERACS saat melahirkan anak keduanya, Shafanina Wardhana Bactiar, pada awal tahun 2023.

Dengan metode ini, ia berharap bisa segera pulih dan aktif kembali seperti yang banyak dibagikan oleh ibu-ibu lainnya.

Namun harapan itu pupus ketika ia diketahui memiliki alergi terhadap morfin, salah satu komponen utama dalam pereda nyeri ERACS. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: