Tari Kretek: Cerminan Kehidupan Buruh di Tanah Kudus
Tari Kretek gambarkan kerja buruh rokok di Kudus lewat gerakan dinamis dan musik gamelan tradisional-Foto: Instagram@romimeosjin-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Kota Kudus di Jawa Tengah memiliki identitas budaya yang erat kaitannya dengan industri rokok kretek.
Selain terkenal sebagai kota santri, Kudus juga dikenal sebagai pusat industri tembakau dan rokok tradisional yang telah menjadi tulang punggung ekonomi masyarakatnya.
Dari latar kehidupan ini, lahirlah sebuah seni pertunjukan yang unik dan penuh makna, yaitu Tari Kretek.
Tari ini awalnya bernama Tari Mbatil, namun nama tersebut kurang dikenal dan sulit melekat di benak masyarakat.
BACA JUGA:Retret Kepala Daerah Gelombang Kedua Resmi Dibuka di IPDN
Seiring waktu, nama tersebut diganti menjadi Tari Kretek, agar lebih sesuai dengan nuansa lokal dan lebih mudah dipahami sebagai tarian yang terinspirasi dari industri rokok kretek yang melekat pada masyarakat Kudus.
Tarian ini mulai dikenal luas sekitar pertengahan tahun 1980-an dan digagas oleh seorang seniman lokal yang prihatin terhadap minimnya representasi seni yang mengangkat tema keseharian masyarakat Kudus.
Tari Kretek menampilkan gerakan yang mencerminkan proses kerja para buruh pabrik rokok. Penari perempuan membawakan gerakan menyerupai kegiatan seperti memilih tembakau, merajang, melinting, dan merapikan batang rokok.
Sementara itu, penari laki-laki tampil seperti seorang mandor, menggambarkan pengawasan dan kontrol terhadap jalannya produksi.
BACA JUGA:Chicken Egg Roll Isi Ayam Cincang: Camilan Lezat, Praktis, dan Serbaguna
Gerakan-gerakan tersebut tidak hanya menciptakan dinamika visual yang menarik, tetapi juga menyampaikan narasi tentang kerja keras, ketekunan, dan peran penting buruh dalam keberlangsungan industri lokal.
Tari ini menjadi cerminan kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup dari industri kretek.
Para penari perempuan mengenakan busana sederhana khas Kudus yang disesuaikan untuk pertunjukan.
Atribut seperti caping dan tampah digunakan untuk memperkuat gambaran kehidupan buruh tembakau di masa lalu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




