Tiga Kesenian Khas Suku Batak yang Menjadi Identitas Budaya Sumatera Utara

Tiga Kesenian Khas Suku Batak yang Menjadi Identitas Budaya Sumatera Utara

Alat musik taganing terdiri dari seperangkat gendang dengan lima tingkat nada yang dimainkan dengan tangan. - Foto:Instagram@sumatravoice--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Suku Batak merupakan kelompok etnis besar yang mendiami wilayah pegunungan dan dataran tinggi di Sumatera Utara. Dengan sejarah panjang dan adat istiadat yang masih dijaga hingga kini, suku Batak memiliki kekayaan budaya yang begitu beragam.

Salah satu warisan budaya yang paling mencolok adalah keseniannya. Dalam kehidupan masyarakat Batak, kesenian bukan hanya sekadar bentuk hiburan, tetapi juga bagian penting dari adat, kepercayaan, serta penyampaian nilai-nilai kehidupan.

Dari berbagai jenis seni yang berkembang di kalangan masyarakat Batak, tiga bentuk kesenian menonjol dan menjadi identitas penting: seni arsitektur rumah adat, seni musik tradisional, dan tari Tor-Tor

Ketiganya memiliki nilai filosofis yang tinggi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai ritual adat dan kegiatan sosial.

BACA JUGA:Pemprov Lampung Terapkan SPMB Empat Jalur Pendaftaran, Kuota Prestasi 35 Persen

Rumah Adat Batak: Simbol Kehidupan dan Kepercayaan

Rumah adat suku Batak dikenal dengan nama ‘ruma’ atau ‘jabu’. Bangunan ini memiliki ciri khas yang mudah dikenali, yakni atap melengkung menyerupai pelana dan struktur yang ditopang oleh tiang-tiang kayu kokoh. 

Biasanya, rumah adat ini dibangun tanpa paku, melainkan dengan teknik sambung dan pasak kayu yang diwariskan secara turun-temurun. Arsitekturnya mencerminkan keterampilan tinggi sekaligus keharmonisan antara manusia dan alam.

Selain fungsinya sebagai tempat tinggal, rumah adat juga menjadi pusat kehidupan keluarga besar. 

BACA JUGA:VW ID. Buzz Resmi Tiba di Indonesia, Distribusi Siap Dimulai

Dalam banyak kesempatan, rumah ini digunakan untuk menggelar acara adat, seperti pernikahan, musyawarah keluarga, atau upacara kematian. Setiap bagian rumah memiliki makna simbolik. 

Misalnya, bagian atas rumah melambangkan dunia atas (tempat para dewa), bagian tengah sebagai ruang hidup manusia, dan bagian bawah yang kosong melambangkan dunia roh atau nenek moyang.

Ornamen dan ukiran yang menghiasi rumah adat juga mengandung filosofi mendalam. Banyak di antaranya menggambarkan kekuatan, perlindungan dari roh jahat, serta harapan akan kesejahteraan.

Kehadiran tanduk kerbau di atap rumah melambangkan keberanian dan status sosial pemilik rumah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: