Air Terjun Gitgit, Pesona Alam Sejuk di Jantung Bali Utara

Air Terjun Gitgit, Pesona Alam Sejuk di Jantung Bali Utara

Air Terjun Gitgit di Bali - Foto instagram @lenka_medna--

BACA JUGA:Keindahan Bukit Merese, Surga Hijau di Ujung Selatan Pulau Lombok

Menu seperti ayam betutu, sate lilit, hingga nasi jinggo selalu tersedia. Sementara bagi pecinta kopi, jangan lewatkan kesempatan mencicipi kopi Gitgit, hasil panen langsung dari kebun di lereng perbukitan sekitar. Aromanya kuat dengan cita rasa khas tanah vulkanik yang subur.

Untuk yang ingin bermalam, tersedia beberapa penginapan sederhana dan homestay di sekitar kawasan. Alternatif lain adalah menginap di Lovina, yang hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan. 

Di sana, wisatawan bisa melanjutkan petualangan esok harinya dengan menyaksikan atraksi lumba-lumba di laut lepas.

Air Terjun Gitgit bukan hanya tempat wisata, tetapi juga bagian dari ekosistem hutan yang penting bagi masyarakat lokal. 

BACA JUGA:Pesona Pantai Mawun, Surga Tersembunyi di Pelukan Perbukitan Lombok

Pemerintah daerah bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) terus berupaya menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan ini. Papan imbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan dipasang di berbagai titik.

Kesadaran wisatawan juga menjadi kunci utama agar keindahan ini tetap lestari. Sebab, pesona Gitgit tak hanya terletak pada air terjunnya, tapi juga pada harmoni antara manusia dan alam yang terus dijaga.

Saat senja tiba, kabut tipis mulai turun, dan suara air menjadi satu-satunya musik alam yang terdengar. Duduk di bebatuan sambil menikmati udara lembap dan segar menjadi momen reflektif yang sulit dilupakan.

Di sinilah esensi Air Terjun Gitgit — bukan sekadar destinasi wisata, melainkan tempat untuk menenangkan diri, melepas penat, dan kembali merasakan keheningan alam yang sering terlupakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: