Pesona Gunung Papandayan: Eksplorasi Kawah, Edelweis, dan Hutan Mati di Garut
Pesona Gunung Papandayan - Foto instagram @gunung_papandayan--
BACA JUGA:Petualangan Seru Menyusuri Gua Pindul
Meski demikian, pemandangan alam yang disuguhkan sangat memanjakan mata, sehingga rasa lelah perlahan tergantikan oleh keindahan sekitar.
Seiring perjalanan, aroma khas belerang mulai tercium sebagai tanda kedekatan dengan Kawah Papandayan yang aktif mengeluarkan asap panas.
Kawah ini terdiri dari beberapa lubang besar yang menjadi saksi aktivitas vulkanik gunung ini.
Suasana di kawasan kawah memberikan sensasi petualangan sekaligus edukasi tentang kekuatan alam.
Setelah melewati area kawah, jalur pendakian masuk ke hutan yang rimbun dan sejuk.
BACA JUGA:Pulau Tangkil: Wisata Air Eksklusif di Tengah Pasir Putih
Hutan ini menawarkan keteduhan dan kesejukan alami yang membuat pendaki dapat beristirahat sambil menikmati suasana pegunungan yang tenang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Perjalanan selanjutnya membawa pendaki ke titik Lawang Angin, di mana jalur trekking terbagi menjadi tiga arah.
Ke kiri menuju Camping Ground Pondok Saladah, tempat yang sering digunakan untuk bermalam. Ke kanan mengarah ke Tegal Alun, dan jalur lurus menuju jalur Pengalengan.
Pondok Saladah menjadi lokasi strategis bagi pendaki untuk mendirikan tenda dan mengisi tenaga.
BACA JUGA:Pantai Duta Wisata: Liburan Dekat Kota yang Menyenangkan
Tempat ini memiliki akses air yang cukup dari sungai kecil di dekatnya, sehingga memudahkan kebutuhan dasar pendaki selama berkemah.
Salah satu daya tarik terbesar di Pondok Saladah adalah padang bunga edelweis yang tumbuh alami di sekitar kawasan tersebut.
Edelweis, bunga khas pegunungan yang tumbuh di ketinggian, memberikan warna putih nan cantik yang sangat kontras dengan hijau pepohonan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




