Hare Kresna dan Saibaba Diduga Menyimpang dari Ajaran Hindu

Hare Kresna dan Saibaba Diduga Menyimpang dari Ajaran Hindu

Medialampung.co.id - Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (PAKEM) yang dilaksanakan di Aula Kejari Waykanan pada Rabu (26/1), menjadi ajang curhat PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Waykanan yang meminta PAKEM dapat melakukan pembinaan terhadap Hare Kresna dan Saibaba yang diduga agak menyimpang dari ajaran Agama Hindu yang ada di Indonesia.

Menurut Kajari Blambangan Umpu, Hi. Soesilo SH, MH, yang juga Ketua Bakor PAKEM Waykanan, bahwa Rapat Koordinasi PAKEM diikuti oleh Dandim 0427/WK Letkol Infantri Anak Agung Gede Rama Cp, S.sos, Mtr (Han), Kepala Badan Kesbangpol Supardi, SH, MM, Kepala Kementerian Agama Waykanan, H. Helmi, S.Ag, S.pd., M.M, perwakilan dari Dinas Pendidikan Waykanan, Kasat Intelkam Polres Waykanan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Perwakilan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Pemuda Hindu Dharma Waykanan. 

“Dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (PAKEM) hari ini kami membahas mengenai adanya informasi terkait Aliran Hare Krisna dan Aliran Sai Baba yang disinyalir sudah ada di Kabupaten Waykanan khususnya di Kecamatan Banjit Kabupaten Waykanan,” ujar Kajari Soesilo.

Masih menurut Ketua Bakor PAKEM Waykanan tersebut bahwa kerukunan antar umat beragama dan sesama umat seagama sangat penting dan Kejaksaan memiliki kewenangan dalam pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di masyarakat, oleh karena itu menyikapi adanya informasi tentang aliran Hare Krisna di daerah Banjit perlu dilakukan pendekatan yang humanis dan persuasif dengan mengedepankan rasa kasih sayang sesama manusia. Hal tersebut disambut antusias oleh elemen Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Pada kesempatan yang sama Dandim 0427 Waykanan menyatakan bahwa keberagaman dan kebebasan dalam beragama itu perlu terus dibina dan dilestarikan, karena itulah yang menjadi ciri khas Indonesia dan bahkan menjadi kecemburuan Negara lain yang akhirnya banyak belajar tentang Kebhinekaan Indonesia yang senantiasa rukun dalam bingkai NKRI.

Sedangkan Kepala Kemenag Kabupaten Waykanan dan Kepala Kesbangpol sangat berterimakasih pada Kajari Waykanan atas terselenggaranya kegiatan rapat PAKEM tersebut dan dirasakan banyak masukan, manfaat, saran pendapat dan mengharapkan kegiatan tersebut agar terus dilakukan dan terjadwal rutin sebagai upaya menjaga dan memelihara kerukunan antar umat beragama.

“Apa yang dilakukan oleh Pak Kajari yang juga Ketua Bakorpakem Waykanan ini tentu sangat baik untuk kita lestarikan kedepan yang mungkin dilakukan secara bergiliran, dimana dalam suasana kebersamaan ini kita bisa membahas beberapa persoalan yang bisa menjadi perusak kerukunan Umat beragama yang selama ini adem ayem di Waykanan,” ujar Hi. Supardjo, S.Pd, M.Pd Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Waykanan, pasca Rapat bersama, yang diamini oleh beberapa pendeta yang menjadi Anggota FKUB Waykanan. 

Rapat sendiri walaupun berjalan dengan diikuti oleh puluhan undangan dari berbagai Kalangan Tokoh Agama di Waykanan tetap mengedepankan protokoler Kesehatan secara ketat.(sag/mlo)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: