Susumpitan: Permainan Tradisional Sunda yang Penuh Ketangkasan

Susumpitan: Permainan Tradisional Sunda yang Penuh Ketangkasan

Permainan susumpitan merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang tak ternilai. Foto:Instagram@officialkm164--

Permainan ini bisa dimainkan secara perorangan atau berkelompok. Biasanya, sasaran berupa buah pepaya matang digantung dengan tali pada ketinggian tertentu. Pemain akan berdiri di jarak lima meter dari sasaran, lalu mencoba menembak sasaran tersebut menggunakan sumpit.

Tujuannya adalah mengenai tepat bagian tengah buah pepaya. Pemain yang berhasil mengenai sasaran secara akurat akan mendapatkan nilai lebih tinggi. 

Tantangan utama dari permainan ini adalah menjaga tiupan agar stabil, mengatur sudut tembak, serta mengendalikan tekanan udara saat meniup.

Dari luar, susumpitan terlihat mudah. Akan tetapi sebenarnya permainan tersebut memerlukan konsentrasi tinggi serta keterampilan teknis. Pemain harus tenang, fokus, dan memiliki kontrol napas yang baik agar anak sumpit dapat melesat lurus menuju sasaran.

BACA JUGA:Penyebab Sakit Perut Saat Berolahraga dan Cara Efektif Mengatasinya

Lebih dari sekadar permainan, susumpitan menyimpan banyak nilai yang bisa dipetik. Anak-anak yang memainkannya tidak hanya belajar untuk bersenang-senang, tetapi juga mengasah koordinasi tangan dan mata, melatih kesabaran, serta mengembangkan daya konsentrasi.

Selain itu, permainan ini juga mengajarkan nilai kejujuran dan sportivitas. Dalam kompetisi susumpitan, semua pemain memiliki kesempatan yang sama dan bergantung pada keahlian masing-masing, bukan pada alat atau keberuntungan semata.

Permainan ini mencerminkan bagaimana masyarakat Sunda hidup berdampingan dengan alam. 

Mereka belajar dari alam, mengambil secukupnya, dan menjadikannya bagian dari kehidupan sosial serta budaya.

BACA JUGA:Rahang Bengkak: Ini Penyebab dan Solusi Tepat untuk Mengatasinya

Sayangnya, permainan susumpitan kini mulai jarang ditemui, terutama di daerah perkotaan. Gempuran teknologi dan permainan digital telah menggeser minat generasi muda terhadap permainan tradisional. 

Anak-anak masa kini lebih mengenal permainan virtual dibandingkan permainan tradisional seperti: susumpitan.

Namun, harapan untuk menjaga keberlangsungan permainan ini masih terbuka. Di beberapa wilayah Jawa Barat, khususnya desa-desa adat dan kampung budaya, susumpitan mulai diperkenalkan kembali melalui kegiatan kebudayaan dan lomba permainan tradisional. 

Salah satu contohnya adalah kampung budaya yang berada di kaki Gunung Salak, Bogor. Di sana, susumpitan menjadi bagian dari kegiatan pelestarian budaya Sunda dan rutin ditampilkan dalam berbagai acara adat.

BACA JUGA:KUR BRI 2025, Solusi Modal UMKM Cicilan Ringan Mulai Rp216 Ribu per Bulan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: