Tayangan TV yang Dinilai Menyudutkan Santri Disorot Rais Syuriah NU se-Provinsi Lampung

Tayangan TV yang Dinilai Menyudutkan Santri Disorot Rais Syuriah NU se-Provinsi Lampung

Kegiatan rutinan triwulan Rais Syuriah NU se Lampung di Ponpes Miftahurrohmah Pesisir Barat-Foto Dok-

PESBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahurrohmah, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) menjadi tuan rumah kegiatan rutinan triwulan Rais Syuriah Nahdlatul Ulama (NU) se-Provinsi Lampung, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Acara ini dihadiri langsung Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pesbar, Agus Fathulloh, S.H.I., beserta seluruh Rais Syuriah PCNU dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung, serta para undangan dari unsur pesantren dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Gus Fath—sapaan Agus Fathulloh menjelaskan bahwa Rais Syuriah merupakan pemimpin tertinggi dalam struktur kepengurusan NU di setiap tingkatan, mulai dari pusat hingga ranting. 

Peran Rais Syuriah sangat penting dalam menjaga arah perjuangan organisasi dan kemurnian ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

`BACA JUGA:Akhirnya! Kabupaten Pesisir Barat Bakal Punya Sekda Definitif, Ini Jadwal Pelantikannya

“Pimpinan tertinggi di PBNU disebut Rais ‘Aam, yang merupakan kepala dari Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Sementara di tingkat wilayah, cabang, majelis wakil cabang, hingga ranting disebut Rais Syuriah,” jelasnya.

Ia mengatakan, pertemuan rutin ini merupakan agenda triwulanan yang digelar secara bergilir di setiap kabupaten/kota se-Lampung. 

Tahun ini, Ponpes Miftahurrohmah dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan yang juga menjadi wadah diskusi keagamaan dan kebangsaan antarulama NU.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan berkontribusi dalam pelaksanaan acara ini. Kegiatan seperti ini sangat penting sebagai ajang bertukar gagasan dan memperkuat ukhuwah antara para ulama,” katanya.

BACA JUGA:Sambut HUT Propam Polri ke-23, Propam Polres Lampung Utara Bagikan 15 Paket Bansos

Dalam forum tersebut, para Rais Syuriah PCNU se-Lampung juga membahas sejumlah isu aktual, termasuk mengecam salah satu stasiun televisi nasional yang menayangkan program berjudul “Xpose Uncensored” pada 13 Oktober 2025. 

Tayangan itu dinilai telah merendahkan martabat kiai, santri, serta lembaga pondok pesantren.

“Forum ini dengan tegas mengecam tayangan tersebut karena dianggap melecehkan simbol-simbol keagamaan dan nilai luhur pesantren yang selama ini menjadi benteng moral bangsa,” tegas Agus.

Selain itu, kata dia, Dewan Pers juga diminta agar memberikan sanksi tegas kepada stasiun televisi yang bersangkutan serta melakukan investigasi menyeluruh terhadap proses produksinya, mulai dari naskah, riset, hingga tahap penyuntingan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: