Mengenal Congenital Ptosis: Kondisi Kelopak Mata Turun Sejak Lahir pada Anak
Congenital ptosis adalah kelainan bawaan pada otot kelopak mata yang menyebabkan kelopak tampak turun sejak lahir. - Foto freepik--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Congenital ptosis merupakan kondisi bawaan di mana salah satu atau kedua kelopak mata atas anak tampak turun sejak lahir.
Walaupun sekilas terlihat seperti persoalan kosmetik semata, gangguan ini dapat menimbulkan konsekuensi serius terhadap perkembangan penglihatan jika tidak ditangani secara tepat dan cepat.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kondisi ini dan mengenali tanda-tandanya sedini mungkin.
Istilah "ptosis" berasal dari bahasa Yunani yang berarti “jatuh”, dan dalam dunia medis digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika kelopak mata atas berada pada posisi lebih rendah dari seharusnya.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Lampung Triwulan 1 Tertinggi di Sumatra
Sementara itu, “congenital” berarti kondisi tersebut sudah ada sejak bayi lahir.
Dengan demikian, congenital ptosis adalah kondisi di mana kelopak mata bagian atas mengalami penurunan posisi sejak bayi lahir, akibat kelainan atau kelemahan pada otot pengangkat kelopak mata yang disebut levator palpebrae superioris.
Gangguan ini bisa ringan — hanya menurunkan kelopak mata sebagian — atau berat hingga menutupi seluruh pupil mata, yang dapat menghalangi penglihatan secara signifikan.
Ptosis bisa mengenai satu mata saja (unilateral), namun ada juga kasus di mana kedua mata terpengaruh secara bersamaan (bilateral).
BACA JUGA:7 Inspirasi Outer Batik Modern untuk Usia 20-an di Tahun 2025
Penyebab utama dari congenital ptosis adalah gangguan perkembangan pada otot levator, yang membuatnya tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya.
Akibatnya, otot tersebut tidak mampu mengangkat kelopak mata dengan baik.
Beberapa faktor lain yang juga bisa memicu atau terkait dengan congenital ptosis, antara lain;
- Faktor genetik: Riwayat keluarga dengan ptosis bisa meningkatkan kemungkinan anak mengalami kondisi serupa.
- Kelainan neuromuskular, seperti myasthenia gravis kongenital atau sindrom Marcus Gunn, yang memengaruhi kerja otot dan saraf.
- Kelainan saraf kranial yang mengontrol gerakan otot mata.
- Trauma saat persalinan, walau sangat jarang terjadi.
BACA JUGA:Tanda-Tanda Mata Minus yang Perlu Anda Ketahui
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
