Pertarungan Harga Mobil Listrik di Indonesia, Tiongkok, dan Korea Selatan

Pertarungan Harga Mobil Listrik di Indonesia, Tiongkok, dan Korea Selatan

Ilustrasi mobil listrik.//Foto: Dok BYD/Istimewa.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Permintaan mobil listrik di kawasan Asia terus meningkat pesat. 

Indonesia, Tiongkok, dan Korea Selatan kini menjadi tiga negara utama dalam transisi menuju kendaraan ramah lingkungan. 

Namun, harga tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian.

Artikel ini akan membandingkan harga rata-rata mobil listrik di ketiga negara, sekaligus melihat faktor seperti kebijakan pemerintah, kondisi pasar, dan model-model populer di masing-masing pasar.

BACA JUGA:5 Keunggulan Toyota BZ4X ,Mobil Listrik Dengan Desain Futuristik dan Bikin Jatuh Hati

Indonesia: Pasar Bertumbuh, Harga Masih Tinggi

Pasar mobil listrik di Indonesia sedang dalam tahap pengembangan. Beberapa model populer, seperti Wuling Air EV, berhasil menarik minat publik berkat harga terjangkau di kisaran Rp189 juta untuk varian Standard Range.

Namun, untuk mobil listrik kelas menengah hingga atas, harga jauh lebih tinggi. Sebut saja Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6 yang dipasarkan di rentang Rp700 juta hingga lebih dari Rp1 miliar tergantung varian dan spesifikasi.

Secara keseluruhan, rata-rata harga mobil listrik di Indonesia berkisar Rp550 juta hingga Rp600 juta. Pemerintah sudah memberikan insentif seperti PPN 0% untuk mobil listrik dengan kandungan lokal minimal 40%, tetapi harga tetap relatif mahal akibat ketergantungan impor dan terbatasnya pilihan model.

BACA JUGA:Tyrano Electric Bike: Revolusi Kendaraan Ramah Lingkungan dengan Gaya Futuristik

Tiongkok: Pemimpin Harga Murah dan Skala Produksi Besar

Tiongkok menjadi pasar mobil listrik terbesar di dunia. Dengan pangsa pasar EV lebih dari 30% dari total penjualan mobil baru (data CAAM 2024), harga mobil listrik di Tiongkok bisa jauh lebih kompetitif.

Mobil listrik murah seperti Changan Lumin dijual mulai 49.900 yuan (±Rp115 juta). Sementara untuk kelas menengah, NIO ET5 dibanderol 328.000 yuan (±Rp760 juta), lengkap dengan fitur baterai ganti pakai (battery swap). 

Dukungan pemerintah seperti subsidi langsung dan investasi infrastruktur membuat rata-rata harga mobil listrik di Tiongkok hanya berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: