Pantai Kuta, Jejak Sejarah di Ujung Selatan Bali
Pantai Kuta, kawasan wisata ikonik di Bali. / Foto -- Unsplash.com ----
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pantai Kuta, terletak di pesisir barat Kabupaten Badung, Bali, merupakan salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia.
Di balik keelokan pasir putihnya yang lembut dan ombak yang bersahabat, Kuta menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri.
Bukan hanya sebagai magnet wisata, kawasan ini telah melalui transformasi dari pelabuhan kuno hingga menjadi pusat pariwisata modern yang tak pernah sepi.
Sesaat setelah memasuki kawasan pantai, pengunjung akan melintasi sebuah gapura khas Bali bergaya candi bentar.
BACA JUGA:Semangat Berkurban BRI: 961 Hewan Disalurkan ke Masyarakat di Idul Adha 1446 H
Gerbang ini menjadi penanda batas antara keramaian kota dan ketenangan alam. Di baliknya terbentang garis pantai sepanjang hampir sepuluh kilometer, menawarkan panorama laut biru dan langit luas yang memesona.
Tak hanya tempat bersantai, Kuta juga menjadi surga bagi para peselancar pemula berkat karakter ombaknya yang menantang namun aman.
Di masa lampau, Kuta bukanlah kawasan wisata seperti sekarang. Catatan sejarah menyebutkan bahwa wilayah ini pernah menjadi pelabuhan aktif di bawah kekuasaan Kerajaan Badung.
Pada abad ke-19, Kuta menjadi salah satu simpul penting jalur perdagangan di selatan Bali. Komoditas seperti beras, minyak kelapa, dan hasil bumi lainnya menjadi bagian dari arus dagang yang melalui pelabuhan ini.
BACA JUGA:Babinsa Sukamaju Tingkatkan Sinergi dengan Warga Lewat Komsos Bersama Ketua RT dan Linmas
Bahkan, pada periode tertentu, aktivitas perdagangan manusia masih terjadi, terutama terhadap warga yang gagal memenuhi kewajiban pajak atau mendapat hukuman kerajaan.
Seiring waktu, perdagangan manusia pun dilarang. Para penguasa lokal mulai mengalihkan fokus pada komoditas sah seperti hasil pertanian dan peternakan.
Pada masa transisi ini, hadir seorang tokoh penting bernama John Mads Lange, saudagar asal Eropa yang membuka jaringan perdagangan antarpulau dari Kuta.
Perannya dalam membangun sistem ekonomi lokal menjadikan Kuta tidak hanya ramai, tetapi juga dikenal oleh kalangan pejabat dan pelancong asing yang kemudian membawa cerita tentang Bali ke negeri asal mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
