Penjualan G-Class Listrik Lesu, Mercedes-Benz Siap Andalkan Mesin Bensin Lagi

Penjualan G-Class Listrik Lesu, Mercedes-Benz Siap Andalkan Mesin Bensin Lagi

Baby G-Class dipertimbangkan hadir dalam versi bensin dan hybrid-Foto Mercedes-Benz-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Mercedes-Benz tengah menghadapi tantangan besar dalam perjalanan elektrifikasinya. 

Salah satu model andalannya, G-Class versi listrik atau G580 EQ, ternyata tidak mendapat sambutan hangat dari pasar, bahkan justru mencatat performa penjualan yang mengecewakan. 

Padahal, model ini sempat diluncurkan dengan ekspektasi tinggi pada April 2024.

Menurut laporan dari media bisnis Jerman Handelsblatt yang menyebutkan jika penjualan G580 EQ tidak mencapai target yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Mana yang Lebih Layak Dipilih di Era Modern?

Bahkan, seorang eksekutif Mercedes-Benz, Selasa 3 Juni 2025 kemarin sampai menyebut jika mobil itu tidak laku sama seperti timah yang mengendap di dealer alias gagal total.

Data penjualan memperkuat pernyataan tersebut. Hingga April 2025, G580 EQ hanya berhasil terjual 1.450 unit di seluruh Eropa, 61 unit di Korea Selatan, dan 58 unit di pasar Tiongkok, yang notabene merupakan salah satu pasar kendaraan listrik terbesar di dunia. 

Bahkan yang lebih mengejutkan penjualan di Amerika Serikat masih nihil dan belum tercatat satu unit pun yang laku terjual.

Tapi sebaliknya varian G-Class bermesin bensin justru terus mencetak penjualan tinggi bahkan disebut memiliki volume penjualan tujuh kali lipat dibanding versi listrik. 

BACA JUGA:Intip Spesifikasi dan Harga Mitsubishi Pajero Sport Elite 2025, Mobil SUV Paling Mewah dan Nyaman

Ini menunjukkan bahwa konsumen masih lebih tertarik pada mesin konvensional, terutama untuk model SUV tangguh seperti G-Class.

Meskipun desain eksterior G580 EQ tetap mempertahankan ciri khas G-Class, tanpa perubahan radikal seperti yang terlihat pada EQS atau EQE, model ini tetap gagal memikat. Beberapa kekurangan teknis menjadi sorotan utama.

Di antaranya adalah struktur kabin yang tidak optimal untuk mobil listrik, karena masih mempertahankan kerangka G-Class bensin. 

Hal ini menyebabkan lantai tidak rata dan ruang kabin yang sempit. Selain itu, bobot mobil yang sangat berat berdampak pada performa dan efisiensi. Jarak tempuh maksimum hanya sekitar 385 kilometer, angka yang tergolong rendah untuk kelas SUV premium.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: