Pertahankan Tradisi Leluhur, Desa Gedung Agung Gelar Rasulan Atau Bersih Desa

Pertahankan Tradisi Leluhur, Desa Gedung Agung Gelar Rasulan Atau Bersih Desa

Gelaran doa bersama desa gedung agung -Foto - Wiji ([email protected])-

LAMSEL, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dalam rangka melestarikan peninggalan budaya leluhur  Desa Gedung Agung menggelar Syukuran Bersih Desa ,Senin,26 Mei 2025 

Dimana syukuran Bersih Desa atau yang juga  disebut Rasulan ini merupakan peninggalan dari leluhur desa Gedung Agung yang merupakan keturunan dari Desa Giring Rejo ,Wonosari Kabupaten Gunung Kidul 

Dalam kegiatan bersih Desa yang terlaksana setiap Senin Pon atau sesuai penanggalan Jawa sebelum tahun baru Islam tersebut dilaksanakan doa bersama dengan  bersama warga masyarakat 

Dalam doa bersama tersebut masyarakat membawa sedekah bumi berupa Nasi  tumpeng beserta Ingkung (Ayam utuh ) yang selanjutnya dilakukan doa bersama oleh sesepuh desa

BACA JUGA: Pemdes Jatimulyo Bangun Jaling Berupa Paving Blok Sepanjang 400 Meter

Diketahui Rasulan atau bersih desa merupakan tradisi masyarakat desa gedung agung yang setiap tahun dilaksanakan dengan tujuan  menghindarkan dari segala bencana serta melestarikan warisan nenek moyang desa 

Kepala Desa Gedung Agung Martono melalui  mengatakan makna bersih desa sendiri adalah untuk menghindarkan masyarakat desa dari bencana apapun baik itu secara keseluruhan warga maupun pribadi. 

"Tujuannya agar masyarakat desa terlindungi dari bencana apapun serta mengingatkan pentingnya bersedah sehingga desa Gedung Agung menjadi lebih baik lagi tentu saja dengan mengharap keridoan dari Allah dan nantinya sesuai Slogan Desa Gedung Agung "Masyarakat Bersatu Gedung Agung Bisa","ujar Martono 

Menurutnya Rasulan merupakan sejarah dari kyai Ageng Giring yang berasal dari Desa Giring Rejo Wonosari Kabupaten Gunung Kidul 

BACA JUGA:Hujan Disertai Angin Kencang Tumbangkan Dua Pohon di Dekat Stadion Pahoman Bandar Lampung

Sementara itu selain Doa bersama juga dilaksanakan hiburan rakyat yaitu kuda lumping dan nantinya malam harinya ( Malam Selasa) di gelar pagelaran Wayang Kulit Semalem Suntuk dengan lakon "Wahyu Katentreman'" 

Kepala Desa menambahkan bahwa wayang kulit menurut nya tontonan yang menjadi tuntunan bagi masyarakat untuk dapat hidup bergotong royong 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: