Deretan Mobil Mewah Milik Sritex Siap Dilelang
Kendaraan mewah milik Sritex akan dilelang-Ilustrasi AI-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Deretan mobil mewah dengan pelat nomor khas AD-8 kini terparkir rapi di salah satu bangunan eks pabrik Sritex 2, Sukoharjo.
Mobil-mobil itu merupakan bagian dari aset PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang akan segera dilelang pasca perusahaan tersebut resmi dinyatakan pailit.
Pantauan di lokasi pada Jumat (23 Mei 2025), terlihat kendaraan-kendaraan premium seperti Toyota Alphard, Lexus LX570, Mercedes-Benz S-Class hingga Toyota Avanza.
Seluruhnya dalam kondisi terawat dan bersih, seolah siap dijalankan kapan saja.
BACA JUGA:Musik Lembut Terbukti Kurangi Stres pada Hewan Peliharaan dan Ternak
Ciri khas plat nomor AD-8 yang melekat erat dengan identitas perusahaan milik almarhum Lukminto, semakin menguatkan bahwa mobil-mobil ini dahulu digunakan untuk operasional manajemen puncak perusahaan tekstil raksasa itu.
Tim Kurator Sritex yang terdiri dari PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratrex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya kini tengah menghitung total nilai aset bergerak tersebut.
Proses penilaian dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sebelum aset didaftarkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk proses lelang resmi.
“Jumlah pastinya belum bisa kami sebut, tapi ada kemungkinan mencapai 50 unit. Itu baru yang di Sritex 2. Di pabrik Bitratrex dan Primayudha juga masih ada aset serupa,” ujar Denny Ardiansyah, salah satu kurator, saat ditemui awak media.
BACA JUGA:Perhiasan Tembaga Karya UMKM Mojokerto Tembus Pasar Global Berkat Dukungan BRI
Lelang akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal mencakup kendaraan dan bahan baku, disusul oleh mesin dan bangunan yang dijual secara paket.
Targetnya, proses penilaian aset bergerak rampung akhir Juni 2025, sehingga awal Juli bisa langsung didaftarkan ke KPKNL untuk dilelang.
Mengenai nilai aset, kurator belum dapat memastikan. Namun, setelah proses penilaian rampung, data lengkap akan dipublikasikan.
Jika proses lelang berjalan lancar dan aset berhasil dijual, hasilnya akan dibagikan secara berurutan kepada para kreditur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




