Polisi Dalami Kasus Keracunan Massal di Kotabumi Selatan, 10 Saksi Diperiksa

Polisi Dalami Kasus Keracunan Massal di Kotabumi Selatan, 10 Saksi Diperiksa

Polisi periksa 10 saksi kasus keracunan massal di Kotabumi-Foto Dok-

LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kasus dugaan keracunan massal yang terjadi di Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, masih dalam proses penyelidikan intensif oleh Sat Reskrim Polres Lampung Utara.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 19 Mei 2025, setelah warga mengonsumsi makanan yang dibagikan oleh salah satu warga dalam sebuah hajatan.

Kasi Humas Polres Lampung Utara, AKP Budiarto, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tim gabungan berdasarkan arahan Kapolres untuk menangani kasus ini secara menyeluruh.

“Sesuai arahan Kapolres, Sat Reskrim telah membentuk tim khusus. Kami sedang mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk mendalami kasus ini,” ujar AKP Budiarto, Sabtu (23 Mei 2025).

BACA JUGA:Demokrat Klaim Kemenangan Pasangan Nanda-Antonius di PSU Pilkada Pesawaran

Hingga saat ini, tim penyidik telah memeriksa setidaknya 10 orang saksi yang diduga memiliki keterkaitan langsung dengan distribusi makanan.

“Di antara saksi yang diperiksa adalah pemilik hajat, pengantar makanan, tukang masak, pembeli bahan pokok, dan penjual bahan makanan,” jelas Budiarto.

Penyebab pasti keracunan masih belum bisa dipastikan. Saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan Lampung Utara.

“Pengambilan sampel makanan sudah dilakukan oleh Dinkes dan diserahkan ke Labkesda. Kita tunggu bersama hasil lab-nya,” tambahnya.

BACA JUGA:Quick Count Rakata, Pasangan Nanda-Anton Menangi PSU Pilkada Pesawaran

Per Sabtu, 24 Mei 2025, total warga yang mengalami gejala keracunan mencapai 296 orang.

Berikut sebaran korban yang mendapatkan perawatan:

  • RSUD Handayani: 26 orang
  • RS Ryacudu: 24 orang
  • RS CMC: 12 orang
  • RS Maria Regina: 7 orang
  • Posko pengobatan: 227 orang

Pihak kepolisian dan dinas kesehatan terus berkoordinasi untuk menangani kasus ini dan memastikan tidak ada korban tambahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: