Penemuan Baru: Diet Rendah Karbohidrat Dua Kali Seminggu Bisa Saingi Puasa Intermiten
mengurangi konsumsi karbohidrat dua kali dalam seminggu dapat mengurangi berat badan. - Foto Freepik.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Puasa intermiten sudah lama dikenal sebagai strategi efektif untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan.
Tapi bagaimana jika manfaat serupa bisa diperoleh tanpa harus benar-benar berpuasa atau membatasi kalori secara ekstrem?
Penelitian terbaru dari Inggris menawarkan alternatif menarik: cukup mengurangi asupan karbohidrat dua hari dalam seminggu.
Pendekatan ini dinilai lebih mudah dijalani dan tetap memberikan manfaat metabolik yang signifikan.
BACA JUGA:Cara Menentukan Merek Jam Tangan yang Layak Jadi Investasi
Puasa intermiten, seperti pola diet 5:2, melibatkan makan normal selama lima hari dan membatasi asupan kalori (sekitar 500-600 kalori) pada dua hari lainnya.
Meski terbukti ampuh, banyak orang kesulitan menjalankannya secara konsisten karena rasa lapar yang berat dan pengaruhnya pada aktivitas harian.
Namun manfaat puasa ini tidak hanya soal berat badan. Studi menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat meningkatkan fleksibilitas metabolik, yaitu kemampuan tubuh beralih dari membakar karbohidrat ke membakar lemak—hal yang penting untuk mencegah diabetes tipe 2, resistensi insulin, dan penyakit jantung.
Tim dari University of Surrey yang dipimpin Dr. Adam Collins meneliti lebih jauh: apakah manfaat metabolik dari puasa berasal dari pengurangan kalori atau dari pembatasan jenis nutrisi tertentu, seperti karbohidrat?
BACA JUGA:Tanaman Bisa 'Mendengar' Kepakan Sayap Serangga, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Dalam studi tersebut, 12 partisipan yang mengalami kelebihan berat badan menjalani dua jenis diet:
-Satu hari dengan pembatasan karbohidrat (tanpa mengurangi kalori),
-Satu hari dengan pembatasan kalori ekstrem.
Setelah itu, partisipan diberikan makanan tinggi lemak dan gula untuk melihat respons metabolik tubuh mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
