BYD Siap Gempur Pasar Kei Car Jepang dengan Mobil Listrik Mini, Rilis Akhir 2026

BYD Siap Gempur Pasar Kei Car Jepang dengan Mobil Listrik Mini, Rilis Akhir 2026

Prototipe mobil listrik kei car BYD.//Foto: Arena EV.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Produsen otomotif raksasa asal Tiongkok, BYD (Build Your Dreams), tengah bersiap merambah segmen baru dalam industri otomotif global: pasar kei car di Jepang. 

Langkah ini menandai ekspansi strategis BYD ke ranah kendaraan kecil yang sangat diminati di Negeri Sakura.

Ternyata Kei car adalah kategori kendaraan unik yang hanya ada di Jepang. 

Mobil-mobil ini memiliki dimensi yang sangat kompak—maksimal panjang 3,4 meter, lebar 1,48 meter, dan tinggi 2 meter—serta tenaga mesin dibatasi hingga 64 hp. 

BACA JUGA:Apple Kini Hadirkan Kamera di Bawah Layar dan Touch ID Samping Jadi Andalan Phone Fold

Kendaraan ini dirancang untuk mengakomodasi kondisi jalan kota yang sempit dan keterbatasan lahan parkir di Jepang. 

Keuntungan lain dari kepemilikan kei car adalah pajak yang lebih rendah dan kemudahan perizinan parkir.

Meskipun kei car telah mengalami beberapa kali penyesuaian pajak, segmen ini tetap menjadi tulang punggung pasar otomotif Jepang, menyumbang sekitar 35% dari total penjualan kendaraan baru setiap tahunnya.

Berbeda dari banyak produsen global lain yang hanya menyesuaikan model yang sudah ada agar sesuai dengan regulasi kei car, BYD dikabarkan tengah mengembangkan kendaraan listrik (EV) mini dari nol dengan platform terbaru yang sepenuhnya dirancang khusus untuk pasar Jepang.

BACA JUGA:Suzuki S-Presso Bertransformasi Jadi Jimny Mini: Tampilan Gahar dan Bikin Terpana!

Berdasarkan laporan Arena EV, foto prototipe yang beredar menunjukkan desain khas kei car: bentuk kotak yang efisien, pintu geser belakang untuk kemudahan akses di ruang sempit, serta kabin lega berkat dua pilar depan ramping.

Mobil listrik mini dari BYD ini dikabarkan akan menggunakan baterai berkapasitas 20 kWh, memberikan jangkauan hingga 180 km berdasarkan standar uji WLTC Jepang. 

Fitur unggulannya meliputi kemampuan fast charging hingga 100 kW serta sistem HVAC (pemanas dan pendingin) hemat energi berbasis teknologi pompa panas—menyesuaikan dengan kebutuhan iklim Jepang yang bervariasi.

Jika sesuai rencana, kendaraan mungil ramah lingkungan ini akan mulai diekspor dari Tiongkok ke Jepang pada kuartal akhir 2026. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: