Peringatan Hari Jadi Pekon Trimulyo Ke 38 Bakal Dihadiri Bupati

Peringatan Hari Jadi Pekon Trimulyo Ke 38 Bakal Dihadiri Bupati

Peratin Trimulyo, Buchori, S.P.--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus Dan Anggota DPD RI Ir Abdul Hakim, akan hadir pada peringatan hari jadi ke-38 Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedungsurian pada 26 Oktober 2022.

Dalam peringatan itu juga pihak pekon mengundang Unsur Pimpinan (Uspika) Gedungsurian,  di bawah komando Camat M.Agus Setiawan, S.E., Dan pekon-pekon tetangga. 

Menjelang puncak acara HUT malam harinya di laksanakan Doa Bersama dan pada puncak di laksanakan senam bersama, bertempat di halaman balai pekon, yang diikuti para tamu undangan dan masyarakat pekon. 

Peratin Buchori, S.P., saat dikonfirmasi mengatakan, peringatan HUT pekon di intensifkan sebagai wahana bersyukur atas apa yang sudah diperoleh dan dicapai pekon tersebut. Karena pencapaian hari ini tidak pernah lepas dengan apa yang sudah dilakukan sebelumnya oleh para pendahulu, seperti para peratin, kepala mengaku, Lembaga Himpun Pekon (LHP) dan masyarakat pada umumnya. 

BACA JUGA:Ernawati Hadiri Panen Sayur Program Ketahanan Pangan Pekon Tribudi Makmur

Dijelaskan Buchori di usia ke 38 tahun Pekon Trimulyo, artinya umur pemukiman itu sudah tidak muda lagi, sehingga setiap melaksanakan peringatan diantara tujuannya untuk merefleksi diri tentang apa yang sudah dilakukan. Dan apa yang belum dilakukan. "Di momentum Dirgahayu pekon ini juga sarana evaluasi terhadap segala kekurangan Dan merancang perubahan untuk perbaikan kedepan menuju Pekon Trimulyo lebih hebat. 

Pada kesempatan berbahagia itu Buchori yang sudah lima tahun menjabat Peratin Trimulyo menyampaikan kepada masyarakat. Bahwa pekon itu milik bersama seluruh komponen warga. Artinya dalam membangunnya tidak bisa dikerjakan hanya oleh sekelompok orang saja.

Yang istilah dalam bahasa jawa 'Cancut Tali Wondo' yang artinya bergerak bersama-sama, kencangkan ikat pinggang, singsingkan lengan baju, dan kerja secara bersama dengan giat'. 

Buchori mengatakan banyak impian yang masih harus diraih Pekon Trimulyo, untuk melengkapi dengan apa yang sudah diraih. Seperti Trimulyo bisa menjadi desa percontohan, dan rujukan segala macam kegiatan, termasuk tempat pelatihan dan lain sebagainya. 

Sehingga menjadi desa yang membanggakan masyarakat pekon. "Impian saya kedepannya, setiap insan menyebut nama Pekon Trimulyo, menjadi kebanggan dan rasa bangga masyarakat Pekon Trimulyo, karena ada prestasi yang dibanggakan, dan di rasakan semua orang sebagai pemukiman yang Aman, Nyaman dan Damai," tandasnya. (rin/mlo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: