Dinsos Pesbar Segera Survei Rumah Warga yang Terdampak Banjir

Dinsos Pesbar Segera Survei Rumah Warga yang Terdampak Banjir

--

PESBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) berencana segera melakukan survei ke sejumlah wilayah pemukiman penduduk yang terdampak banjir di Kecamatan Ngambur dan di Kecamatan Ngaras, Jumat (14/10).

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, dr. Edwin Maas, mendampingi Kepala Dinsos Pesbar, Agus Triyadi, S.I.P, M.M., mengatakan, rencana survey itu untuk mengetahui kondisi rumah warga yang terdampak pasca banjir di Kecamatan Ngambur dan Kecamatan Ngaras. 

Pasalnya, banyak rumah warga yang terdampak, sedangkan kondisi stok bantuan sosial (bansos) seperti sembako, dan peralatan rumah tangga lainnya di Dinsos setempat kini terbatas.

“Rencana survey untuk memastikan dan mengetahui kondisi rumah warga yang terdampak itu apakah cukup parah dan membutuhkan bantuan atau hanya terdampak biasa saja,” katanya.

BACA JUGA:Selain Kecamatan Ngaras, Pekon Sukabanjar Juga Dilanda Banjir

Sehingga, kata dia, dalam penyaluran bantuan untuk warga yang rumahnya terendam banjir itu benar-benar tepat sasaran. Mengingat kondisi stok bansos juga terbatas. 

Karena itu, jika pun nanti banyak rumah warga ataupun kepala keluarga yang terdampak akibat banjir itu, namun Dinsos akan memilih yang terdampak lebih parah.

“Kita berharap jika nanti ada warga yang terdampak banjir namun tidak mendapat bantuan sosial, diharapkan agar dapat memaklumi dan memahaminya,” jelasnya.

Sementara itu, kepala Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Pesbar, Mirza Sahri, mengatakan banjir yang melanda di sejumlah wilayah seperti yang ada di wilayah pekon Sukabanjar Kecamatan Ngambur tersebut, tentunya cukup berdampak terhadap pemukiman warga, terutama sekolah di wilayah itu.

BACA JUGA:Selain Kecamatan Ngaras, Pekon Sukabanjar Juga Dilanda Banjir

Karena berdasarkan informasi dari pihak guru di SDN 43 Krui yang memang berada tidak jauh dari aliran sungai Way Tembulih yang meluap tersebut, menyebabkan semua kondisi ruang kelas di sekolah itu terendam banjir.

“Sehingga, banyak peralatan sekolah yang terdampak banjir baik buku-buku pelajaran siswa, berkas dokumen sekolah, Alat Tulis Kantor (ATK), dan sebagainya,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesbar Edwin Kastolani Burtha, S.H, M.P., mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi terkait ada salah satu sekolah yakni di SDN 43 Krui di Pekon Sukabanjar  itu terendam banjir. Kini pihaknya masih menunggu laporan dari sekolah.

“Kita masih memantau dan menunggu ada laporan dari pihak sekolah, dampaknya seperti apa akibat banjir itu, maupun lainnya. Karena itu kita masih menunggu laporan dari sekolah,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: