Kepala SMPN 8 Bandarlampung Pecat Oknum Guru Yang Perkosa Muridnya

Kepala SMPN 8 Bandarlampung Pecat Oknum Guru Yang Perkosa Muridnya

Medialampung.co.id - Pihak SMPN 8 Bandarlampung langsung mengambil tindakan terhadap oknum guru yang melakukan pemerkosaan terhadap salah satu siswi di sekolah tersebut.

Kepala SMPN 8 Bandarlampung Ratnasari mengatakan, dalam menyikapi kasus ini, pihaknya sudah memberikan surat pemberhentian kepada oknum guru tersebut.

Ratnasari mengaku terkejut saat mengetahui kasus tersebut dari media pada Minggu (13/3) pagi.

Sebelumnya pada Jumat (11/3) petugas Bhabinkamtibmas datang dan memintanya untuk memanggil H (28) ke sekolah.

Namun, lanjutnya, saat itu petugas tidak memberitahukan apa masalah sebenarnya.

"Jadi kita suruh datang ke sekolah, begitu sampai ke sekolah yang bersangkutan langsung diwawancarai sama Bhabinkamtibmas selama 15 menit," ujarnya.

Tidak berlangsung lama petugas Bhabinkamtibmas meminta izin kepada Ratnasari untuk membawa H ke Polsek Kedaton.

“Saya juga sempat tanya, kenapa Kok di langsung dibawa, Bhabinkamtibmas hanya bilang nanti dikasih tahu, ya sampai hari ini saya belum tahu, malah tahu-tahunya dari media yang menginformasikan," akunya.   [caption id="attachment_195926" align="aligncenter" width="800"] Kepala SMPN 8 Bandarlampung Ratnasari[/caption]

Atas kejadian itu, pihak sekolah langsung mengeluarkan surat pemberhentian  terhadap H yang sudah 5 tahun bekerja sebagai tenaga honorer di SMPN 8 dan mengajar Pendidikan Agama Islam.

Ratnasari juga mengaku telah menghubungi orang tua korban A (15) untuk memberikan pendampingan dan berupaya agar korban tetap dapat mengikuti pelajaran meskipun secara daring.

“Kita undang orang tua korban tapi diwakili oleh saudara mereka, kita tetap membantu agar korban agar tidak depresi dengan pendampingan dari dinas pendidikan kota Bandarlampung, dan juga membantu korban tetap dapat mengikuti pelajaran di sekolah melalui daring di rumah, kan ini sudah mau memasuki ujian sekolah," tuturnya.

Terkait kasus ini, Ratnasari mengaku kecewa. “Saat ini anak-anak didik perlu mendapatkan pendidikan dan perhatian guru, ini malah dirusak oleh oknum guru tersebut yang notabene seorang pengajar Pendidikan Agama Islam," keluhnya.(jim/mlo)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: