Kenali Perbedaan Alergi, Flu dan Corona

Kenali Perbedaan Alergi, Flu dan Corona

Medialampung.co.id - Saat ini masyarakat tengah diselimuti kekhawatiran dari wabah virus Corona (COVID-19). Pasalnya, infeksi yang menyerang sistem pernapasan ini memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, atau alergi namun akibatnya bisa fatal.

Seperti flu biasa, gejala virus corona dapat berupa batuk, nyeri otot, demam dan suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius. Akan tetapi, flu biasa tidak akan menyebabkan sesak napas sebagaimana halnya virus corona. Dalam situsnya, organisasi kesehatan dunia WHO menyebut gangguan saluran pernapasan sebagai salah satu simtom virus corona.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr Muliaman Mansyur, di antara ketiga penyakit tersebut yang lebih mirip adalah antara flu dengan COVID-19 sehingga memang susah membedakannya. Adapun perbedaan antara flu, alergi dan COVID-19 di antaranya adalah gejala pilek dan batuk pada alergi biasanya tidak ada demam sementara pada flu dan COVID 19 ada demam. Selain itu, gejala bersin-bersin lebih sering terjadi pada alergi.

"Dibandingkan COVID-19, sesak napas pada alergi bisa terjadi kalau ada asma dan napas jadi mengi dan bunyi. Flu tidak ada sesak napas, sedangkan COVID-19 ada sesak napas tapi tidak bunyi. Sakit tenggorokan pada alergi juga tidak ada, sedangkan pada influenza dan COVID-19 bisa terjadi," jelas dr Muliaman kepada detikHealth baru-baru ini.

Selain itu, pada alergi biasanya tidak ada gejala badan pegal-pegal. Alergi sendiri muncul biasanya karena ada pencetusnya seperti susu, makanan, atau debu di udara.

"Sedangkan untuk COVID-19 muncul gejala ketika terjadi kontak dengan orang yang positif atau orang yang berpergian dari daerah terinfeksi dalam 14 hari terakhir," tambahnya.

Perbedaan lainnya yang memang penting diwaspadai adalah, COVID-19 dan flu bisa menular, tetapi COVID-19 lebih cepat menular dibandingkan flu biasa. Apalagi jika daya tahan tubuh seseorang lemah, maka COVID-19 bisa menyerang saluran pernapasan hingga sampai ke paru-paru.

Jika sudah menyerang paru-paru, menurut dr Muliaman, akan lama sembuhnya dan berakibat fatal. Karenanya, COVID-19 memang perlu diwaspadai mengingat hingga saat ini belum ada vaksin dan obatnya. Sementara untuk alergi tidak menular, tapi biasanya jika ada faktor riwayat keluarga yang alergi.

"Untuk alergi jelas hanya dengan menghindari penyebabnya dan ada obatnya, anti-alergi dan untuk nutrisinya cukup menghindari saja, dan kasih penggantinya," jelas dr Muliaman.

Ketika terjadi alergi yang diakibatkan terkena alergen, maka alergi biasanya terjadi di saat-saat tertentu, seperti di pagi hari, saat terpapar bulu hewan, serbuk sari tanaman, atau bahkan alergi susu sapi yang biasa terjadi pada balita. Memilih susu formula memang tidak boleh sembarangan untuk terhindar risiko alergi protein susu sapi. Apalagi alergi susu sapi merupakan salah satu alergi makanan yang paling sering ditemukan di anak-anak.

Jika anak yang alergi susu sapi, artinya ia tidak bisa mencerna protein susu sapi. Untuk itu, harus dipilihkan susu pengganti pada anak tersebut. Salah satu alternatifnya adalah susu Morinaga Child Kid Soya, yang juga mengandung probiotik bifidobacterium dan nutrisi lain yang tak kalah lengkap dibandingkan susu formula berbasis susu sapi. Selain itu, Anda perlu konsultasikan dengan dokter anak untuk mengatasi gejala tersebut. (detik/mlo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: