Temani Sang Ayah Terbaring di RSUDAU, Wintang Tetap Bisa Ikut KBM Daring  

Temani Sang Ayah Terbaring di RSUDAU, Wintang Tetap Bisa Ikut KBM Daring  

Medialampung.co.id –  Kisah Meilian Wintang Lestari, bocah 11 tahun yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar, asal Pekon Ulokmukti Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), yang sejak beberapa waktu lalu seorang diri menemani sang ayah Rahmat Jailani yang kini terbaring lemah di ruang penyakit dalam rumah sakit umum daerah alimuddin umar (RSUDAU) terdengar oleh manajemen RSUDAU.

Kisah Wintang---sapaan Meilian Wintang Lestari, cukup pilu, ia mengantar sang ayah untuk mejalani pengobatan di RSUDAU menumpang Bus DAMRI jurusan Ngambur-Liwa tepatnya pada Kamis (14/10) lalu.

Anak seumuran Wintang, telah memikul beban berat, terlebih mereka berasal dari keluarga yang tidak mampu.

Manajemen dan paramedis RSUDAU yang mengetahui kisah Wintang turut ikut berempati. Wintang diberikan perlakukan khusus, terlebih saat ini Wintang harus meninggalkan bangku sekolah  untuk menemani sang ayah, yang tampak ada rasa optimis dalam diri Wintang untuk kesembuhan sang ayah.

Direktur RSUDAU dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B.,  mengungkapkan,  agar Wintang tetap bisa mengikuti pelajaran di sekolah, maka pihaknya memberikan fasilitas kepada Wintang untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Dalam Jaringan (Daring).

”Adik  tersebut  sudah bisa belajar Daring, fasilitas disiapkan, termasuk kebutuhan seperti buku, pena, pensil penghapus internet juga kita fasilitasi, ia sangat bersemangat belajar,” ujarnya, seraya menambahkan sejumlah tenaga medis juga memberi makanan dan bantuan uang untuk Wintang, sementara untuk kebutuhan makanan sehari-hari disiapkan sebanyak tiga kali sehari oleh pihaknya.

Untuk diketahui, sang ayah divonis menderita Asites (penimbunan cairan dalam rongga perut atau peritoneum akibat permasalahan pada hati). Keadaan seperti itu sudah terjadi sejak setahun terakhir. 

Sebenarnya Wintang bukan satu-satunya anak dari Rahmat Jailani, Wintang memiliki dua kakak, dimana kakak tertua berada di Pringsewu namun tidak ada kabar hingga saat ini, kemudian kakak keduanya harus bekerja di salah satu tempat ayahnya berhutang untuk biaya berobat.

Melihat sang anak, Rahmat Jailani berharap  bisa segera diberi kesembuhan, namun kondisi perut yang terus membengkak dan ia harus terus menerus menahan sakit, dan ini merupakan kali kedua ia dirawat ditemani sang anak di RSUDAU. (nop/mlo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: