JCH Lambar Berada di Makkah Al-Mukarramah, Cuacanya Bersahabat

JCH Lambar Berada di Makkah Al-Mukarramah, Cuacanya Bersahabat

Foto Nopri--

Medialampung.co.id - Tanggal 17 Juni 2022 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Lampung Barat telah melaksanakan Step kedua Rangkaian Ritual ibadah Haji yaitu Umrah, Sa'i dan Tahullul di Masjidil Haram Kota Mekkah Al Mukaromah.

Setelah sebelumnya JCH Lampung Barat melaksanakan Step pertama yaitu Shalat Arba'in di Masjid Nabawi Kota Madinah Al Munawwarah, Selain itu juga Berziarah ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud, Khonddak dan Kebun Kurma.

Cuaca di Sekitar Masjidil Haram Kota Mekkah sangat bersahabat dengan para Jama'ah karena berkisar antara 30-37°C, terutama saat pelaksanaan shalat tahajud dan shalat subuh. 

Sementara Kondisi kesehatan CJH secara berkala terus mendapatkan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan dari Tim Kesehatan dr. Rahmat Wahyu dan Eka selaku Perawat.

Petugas Haji Daerah (PHD) Ustadz Pairozi, S.Ag, M.Pd.I., menyampaikan, di Mekkah JCH Lambar mengikuti Shalat Lima waktu di Masjidil Haram sebagai amalan Yaumiyah atau Rutinitas hariannya, JCH Lampung Barat  juga mengikuti City Tour ke Lima Destinasi ziarah yang ada di Kota Mekkah yaitu Gunung Tsur yang di puncaknya terdapat Gua Khirok Tempat Nabi Muhammad SAW didatangi oleh Malaikat Jibril yang membawa Wahyu atas perintah dari Allah SWT yang dikenal dengan turunnya Wahyu.

Selanjutnya, pada Senin (20/6) JCH Lambar mengikuti Pembinaan Pasca Umroh dan Pra Wukuf di Mushola Hotel Retaj Arroyyan Roudhoh Makkah. Oleh tim Ketua Daker III Makkah, Konsultan Ibadah, Tenaga Kesehatan dan Penjaminan Keamanan Jama'ah haji Indonesia.

"Dalam pertemuan ini Ketua Daker III Makkah menyampaikan agar Semua Petugas, Ketua Rombongan dan ketua regu memperhatikan anggota jama'ahnya agar jangan sampai ada yang meninggalkan Amalan-amalan yang menjadikan tidak sahnya haji Seorang Jamaah. Tim Konsultan Ibadah membekali Jamaah haji dengan materi Taklimul Haj atau pengetahuan tentang Ibadah Haji yang dilanjutkan dengan Diskusi tentang Pengetahuan keagamaan yang lainnya," ungkap Pairozi, melalui pesan WhatsApp yang diterima wartawan medialampung.co.id.

Pihaknya juga terus memberikan pelayanan, pendampingan, Pembinaan dan pengawasan terhadap JCH LambAr yang membutuhkan bimbingan masuk dan Keluar Masjidil Haram, Thawaf Sunnah, secara Rutin Berziarah ke Kamar Para Jamaah Calon Haji untuk Silaturahmi, ngobrol santai bertanya tentang kondisi Kesehatan dan Hal-hal lainnya. 

"Saya juga menyampaikan pemahaman terkait Moderasi Beragama, Pemahaman agar JCH Bisa mengukur diri sehingga tidak memaksakan diri untuk selalu Shalat Lima waktu di Masjidil Haram

 jika memang kondisi Kesehatan kurang mendukung, JCH mesti memahami bahwa Saat ini belumlah masuk pada Puncak Ritual ibadah haji. Puncak ibadah haji baru akan tiba pada tanggal 8 Dzulhijjah, semua umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan kalimat talbiyah lalu jamaah berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina," bebernya.

Terusnya, puncak ibadah haji ditandai dengan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah atau biasa disebut sebagai hari Arafah. Karena termasuk rukun haji, jemaah yang tidak mengerjakan wukuf di Arafah berarti dianggap tidak mengerjakan haji. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi.

Dalam buku panduan Kementerian Agama, rangkaian ibadah sebelum wukuf, saat wukuf, hingga setelah wukuf disebut dengan ritual haji dan dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Para jamaah berangkat menuju Arafah mulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi pada tanggal 8 Dzulhijjah, atau disebut sebagai hari tarwiyah, dengan menaiki bus. Dalam perjalanan dari Makkah menuju Arafah, jamaah disarankan untuk senantiasa berdzikir, membaca talbiyah, shalawat, maupun berdoa.

"Wukuf di Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah setelah matahari tergelincir dan berakhir saat terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah. Wukuf berarti berhenti, diam tanpa bergerak, dan dilakukan dalam suasana tenang. Saat wukuf, seluruh jamaah haji berkumpul di Arafah," kata dia.

Selama wukuf, kegiatan yang dilakukan jamaah di antaranya mendengarkan khutbah wukuf, memperbanyak zikir, membaca Al Quran, dan memanjatkan doa.

Wukuf bisa dilakukan secara bersama-sama atau sendiri-sendiri, setelah khutbah wukuf dan shalat jamak qashar taqdim Zuhur dan Ashar. 

Mabit di Muzdalifah artinya bermalam. Mabit di Muzdalifah atau bermalam di Muzdalifah dilakukan oleh jamaah haji pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Muzdalifah merupakan daerah yang terletak di antara Arafah dan Mina. Jemaah haji mengumpulkan batu kerikil di tempat ini dan nantinya digunakan untuk melempar jumrah. 

Mabit di Mina juga wajib dilakukan jamaah haji. Salah satu yang dilakukan di Mina adalah melontar jumrah. Bermalam di Mina dilakukan pada tanggal 11-12 Dzulhijjah atau dua malam hingga 13 Dzulhijjah.

Kemudian, melontar jumrah hukumnya wajib. Ibadah ini dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan pada hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Melontar jumrah dilakukan dengan melontar batu kerikil ke arah jamrah Sughra, Wustha, dan Kubra dengan niat mengenai obyek jamrah (marma) dan kerikil masuk ke dalam lubang marma. Bagi yang tidak melakukannya, mereka harus membayar dam (denda) atau fidyah. 

"Sementara tawaf Ifadhah dilakukan jemaah haji setelah pulang dari Mina pada tanggal 12 atau 13 Dzulhijjah atau setelah Wukuf di Arafah. Tawaf Ifadhah dilakukan dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali dan tidak ada jam tertentu," jelasnya.

Lalu, Sai'i merupakan rukun haji sehingga wajib dilakukan oleh jemaah haji. Sa'i dilakukan dengan berjalan dari Safa ke Marwah dan kembali lagi sebanyak tujuh kali. Perjalanan dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah, dengan syarat dan cara-cara tertentu. Pada saat jemaah haji berjalan menuju Safa, ia akan menghadap Kabah dan membaca takbir dan tahlil. Setelah itu jemaah haji bisa berjalan menuju Marwah sambil berzikir dan berdoa.

"Tawaf Wada' dikenal juga dengan tawaf perpisahan. Tawaf ini dilakukan ketika jamaah akan meninggalkan Makkah untuk kembali ke negaranya masing-masing," kata dia.

 

Lebih lanjut Pairozi mengungkapkan, pada Selasa 21 Juni 2022 jama'ah melaksanakan dan menyaksikan langsung penyembelihan hewan Dam di tempat penyembelihan hewan Dam dan Hewan Kurban di Daerah Pasar Al Kakiyah, Mekah, terletak 15 kilometer dari Masjidil Haram. Yang berdiri di atas hamparan luas yang dipenuhi ratusan jenis kambing. Kemudian City Tour di Lanjutkan menuju Jabal Nur, Arofah, Musdalifah dan Jamarot. (*/mlo)

Sumber: