Tenggelam di Kolam, Seorang Bocah di Pekon Marang Meninggal Dunia

Tenggelam di Kolam, Seorang Bocah di Pekon Marang Meninggal Dunia

--

Medialampung.co.id - Masyarakat Pemangku Bandar Jaya Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) di gegerkan dengan adanya seorang bocah yakni Dimas Candra Wijaya (12), yang tenggelam di sebuah kolam penampungan air saluran irigasi milik Wayan Darma, sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (22/6).

Salah seorang warga setempat, Ribut Budiono, mengatakan, pihaknya sempat mendapat informasi adanya anak yang tenggelam di sebuah kolam (embung) penampungan air untuk saluran irigasi tersebut. 

Kolam itu memang merupakan milik pribadi warga setempat, dan biasanya memang banyak anak-anak yang kerap berenang dan memancing di lokasi itu.

“Iya, memang ada anak yang tenggelam di kolam. Saat itu juga langsung dilakukan pertolongan oleh warga dan sempat dilakukan pencarian didalam kolam hingga berhasil ditemukan,” katanya.

Sementara itu, Pemangku Bandar Jaya, Mastuhin, mengatakan bahwa, sebelumnya korban tersebut berenang bersama teman-temannya di kolam milik pribadi warga setempat yang memang untuk mengairi lahan sawah. Kolam dengan ukuran sekitar 10x10 meter lebih itu memang cukup dalam yakni berkisar 3-4 meter. 

Menurutnya, korban atas nama Dimas Candra Wijaya yang merupakan anak dari Dukut Muldoko itu diketahui tidak bisa berenang, sehingga korban pun tenggelam di dalam kolam tersebut.

“Sekitar 30 menit dilakukan pencarian korban di dalam kolam, hingga akhirnya ditemukan dan langsung dibawa ke Puskesmas Ngambur, namun korban sudah tidak bisa tertolong lagi,” jelasnya.

Kapolsek Pesisir Selatan, Iptu AM Larasatmo, mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Hadi Saepul Rahman, S.Ik., membenarkan adanya kejadian tersebut. 

Berdasarkan informasi bahwa bocah yang masih berusia 12 tahun itu mandi di sebuah kolam milik Wayan Darma yang ada di Pemangku Bandar Jaya tersebut bersama teman-temannya.

“Teman-teman korban sebelumnya juga telah mengingatkan kepada korban untuk tidak ikut berenang karena memang korban tidak bisa berenang. Tetapi korban tetap nekat untuk ikut berenang,” katanya.

Masih kata dia, begitu masuk ke dalam kolam tersebut, korban tidak keluar lagi. Ketika itu juga teman-teman korban meminta bantuan warga dan warga yang mengetahui itu pun langsung melakukan pencarian terhadap korban yang masih tenggelam di dalam kolam itu. 

Kemudian korban berhasil ditemukan di dasar kolam, sehingga korban dengan kondisi sudah tidak sadar itu langsung dibawa ke Puskesmas Ngambur karena memang jarak tempuhnya lebih dekat untuk dilakukan penanganan.

“Namun dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Ngambur itu korban dinyatakan sudah meninggal dunia sekitar pukul 11.30 Wib. Kemudian, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pengurusan jenazah dan pemakaman,” jelasnya.

Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Ngambur, Ahyar, A.Md, Kep., mengatakan, pasien korban tenggelam tersebut memang sempat mendapat pertolongan di Puskesmas ini. 

Dari hasil pemeriksaan dokter dan perawat di UGD Puskesmas tersebut bahwa korban dinyatakan meninggal dunia.

 

“Sesampainya di Puskesmas Ngambur ini korban memang sudah tidak sadarkan diri, dan dari hasil pemeriksaan korban tenggelam itu dinyatakan meninggal dunia,” pungkasnya.(yan/mlo)

Sumber: