Parosil Berencana Berikan Insentif Mahout dan Satgas Gajah

Parosil Berencana Berikan Insentif Mahout dan Satgas Gajah

--

Medialampung.co.id - Menyikapi konflik gajah di Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS) Kabupaten Lampung Barat, Bupati Hi. Parosil Mabsus memberikan perhatian khusus. 

Menyadari kinerja dari Mahout (pawang gajah) cukup berat dalam mengatasi konflik gajah yang terjadi, Parosil berencana untuk memberikan insentif sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah.

Pakcik---sapaan Parosil Mabsus, juga memerintahkan Pj. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Drs. Adi Utama untuk mempelajari hal itu. Sehingga bantuan yang diberikan tidak semata-mata, hanya logistik namun juga Mahout serta Satgas mendapatkan perhatian berupa insentif meski sifatnya insidentil atau per kejadian, 

Pihaknya juga akan memprogramkan pada masa mendatang seperti Pelatihan Mahout atau Pawang Gajah dan satgas, Bantuan Logistik dan Pembangunan Menara Pantau.

"Pak Sekda, tolong dipelajari, terkait dengan insentif untuk Mahout, karena perlu kita akui bahwa kerja mereka berat, jangan hanya diberi mercon saja, tapi saya berharapnya mereka mendapatkan insentif," ungkap Parosil, pada Sidang Paripurna penyampaian jawaban pemerintah, terhadap Pemandangan Umum Fraksi atas LPj pelaksanaan APBD Lambar 2021, di ruang sidang Marghasan DPRD setempat, Rabu (24/6).

Selanjutnya, Parosil juga mengungkapkan perihal penanganan konflik gajah di Suoh dan BNS. Berdasarkan hasil koordinasi dan kerjasama Pemkab Lambar dengan berbagai NGO, WCS, PILI, WATALA dan Lainnya bahwa pada tahun 2021 konsorsium Bukit Barisan Selatan akan melaksanakan Program Harmonisasi Manusia dan Gajah liar di Hutan Penyangga TNBBS yang berlokasi di Kecamatan Suoh, dan Bandar Negeri Suoh. Kegiatan akan dilaksanakan ± 18 bulan. 

"Kegiatan yang akan dan telah dilaksanakan melalui: Pelatihan Mahout atau Pawang Gajah sebanyak 10 orang, Pemasangan GPS Solar, Budidaya dan Penanaman Tumbuhan yang menjadi konsumsi atau pakan gajah, Pengadaan Posko Satgas Konflik Gajah, Penggiringan dan menyediakan logistik selama kegiatan penggiringan atau penghalauan gajah untuk satgas yang sifatnya insidentil atau per kejadian, Pengadaan perlengkapan satgas," ujarnya.

 

Diantaranya, kata dia, seragam satgas, jas hujan, matras, GPS, sepatu boot, TOA, senter, dan jeduman/mercon, dan Dapur umum satgas konflik gajah yang sifatnya insidentil atau per kejadian. (nop)

 

Sumber: