Pasokan Cabai Lambar ke Luar Daerah Capai 200 Ton Lebih

Medialampung.co.id – Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lampung Barat, periode Januari hingga Mei 2022, sebanyak 9.090 kilogram cabai didatangkan dari luar daerah. 

Padahal kabupaten berjuluk bumi beguai jejama sai betik tersebut merupakan daerah produsen cabai, dengan produk keluar daerah periode Januari hingga Mei mencapai 200 ton lebih atau tepatnya 201.285 kilogram.

Kepala DKP Lambar Maidar, SH, M.Si., mengungkapkan, data tersebut dihasilkan dari pos pantau di pintu keluar Lambar, seperti di perbatasan dengan Lampung Utara, berbatasan dengan OKU Selatan dan perbatasan dengan Tanggamus.

”Untuk jumlah cabai yang masuk ke Lambar dari total 9.090 kilogram itu, terdiri dari cabai keriting merah sebanyak 6.475 kilogram, dan cabai rawit merah 2.615 kilogram. Lambar sendiri masih menjadi salah satu produsen cabai terbesar, yakni hingga Mei cabai keluar daerah itu mencapai 201.285 kilogram rinciannya, cabai keriting merah 35.100 kilogram dan cabai rawit merah 166.185 kilogram,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk cabai masuk Lambar itu berasal dari beberapa daerah tetangga, sementara untuk cabai ke luar itu sebagian dikirim ke beberapa daerah di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, serta pengiriman hingga ke pulau jawa.

”Ketersediaan cabai di Lambar masih aman, terkait dengan harga jual cabai yang saat ini sedang mahal itu dikarenakan beberapa daerah lain yang menjadi produsen cabai saat ini tidak sedang panen, begitu juga di Lambar banyak petani yang sebelumnya menanam cabai kini sedang menanam komoditas lain,” bebernya.

Sementara itu, saat ini di Lambar harga jual cabai mencapai Rp100.000 kilogram. Harga ini cukup menguntungkan petani di wilayah tersebut. 

Namun harga jual tersebut baru sebanding dengan mahalnya harga produksi diantaranya pupuk yang naik hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya. 

 

Misalnya saja pupuk jenis Mutiara yang sebelumnya Rp450.000/karung saat ini menjadi Rp800.000-900.000/karung, belum lagi biaya lainnya. (nop/mlo)

Sumber: