Polda Lampung Sidak Ritel, Stok Beras Premium dan SPHP Jadi Sorotan

Polda Lampung Sidak Ritel, Stok Beras Premium dan SPHP Jadi Sorotan

Satgas Pengawasan Beras Lampung kembali memantau pasar tradisional untuk mengecek harga, mutu, dan stok beras.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Polda Lampung bersama Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah Lampung melakukan pemantauan harga, mutu, serta ketersediaan beras di sejumlah ritel modern Kota Bandar Lampung, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan ketersediaan beras premium masih terbatas di sejumlah gerai. Sementara itu, pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga belum sepenuhnya merata.

Pemantauan dilakukan di tiga ritel modern, yakni Chandra Supermarket Tanjung Karang, Superindo Tirtayasa, dan Indogrosir Soekarno Hatta.

Kegiatan tersebut melibatkan Ditreskrimsus Polda Lampung, Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog Wilayah Lampung, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.

BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Perkuat Modal Bank Lampung, Bidik Dividen untuk Tambah PAD

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan harga beras yang diterima masyarakat tetap berada dalam koridor ketentuan pemerintah.

“Polda Lampung bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap harga dan ketersediaan beras. Kami ingin memastikan penjualan di tingkat konsumen berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Yuni, Minggu, 4 Oktober 2026.

Kondisi berbeda ditemukan di masing-masing ritel yang menjadi lokasi pemeriksaan. Di Superindo Tirtayasa, misalnya, stok beras premium dilaporkan kosong selama kurang lebih satu bulan.

Pihak pengelola menyebut keterbatasan tersebut berkaitan dengan mekanisme pengadaan dan pengiriman pasokan yang masih bergantung pada kantor pusat.

BACA JUGA:Komisi III DPRD Soroti Citraland, Warga Khawatir Pengerukan Picu Longsor dan Banjir

Sementara di Indogrosir Soekarno Hatta, beras premium yang tersedia saat pemeriksaan hanya dalam kemasan 10 kilogram.

Beras merek Rosa tercatat memiliki stok sekitar 8 ton atau setara 800 sak. Sedangkan beras merek Dua Koki tersedia sekitar 100 sak.

Untuk kemasan 5 kilogram, stok beras premium diketahui tidak tersedia ketika tim melakukan pemeriksaan.

Indogrosir juga memberlakukan pembatasan pembelian sebagai langkah untuk mengendalikan penyerapan stok agar tidak habis dalam waktu singkat. Ketentuan pembelian disesuaikan dengan kategori keanggotaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: