Kejar Pertumbuhan 8 Persen, Pemprov Lampung Perkuat Peran Biro Perekonomian

Kejar Pertumbuhan 8 Persen, Pemprov Lampung Perkuat Peran Biro Perekonomian

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong penguatan peran Biro Perekonomian Sekretariat Daerah sebagai pusat analisis, integrasi kebijakan, dan pengendalian ekonomi daerah guna mendorong pertumbuhan yang inklusif, mandiri, dan inovatif.

Penguatan tersebut dibahas dalam rapat bertajuk Penguatan Peran Biro Perekonomian sebagai Pengendali, Pengintegrasi, dan Akselerator Pertumbuhan Ekonomi Lampung yang Inklusif, Mandiri, dan Inovatif yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di Ruang Kerja Sekda, Jumat 28 Agustus 2026.

Marindo mengatakan, posisi Biro Perekonomian sangat strategis karena tugasnya tidak sebatas menjalankan fungsi administratif.

Biro tersebut juga dituntut mampu mengoordinasikan kebijakan ekonomi yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan.

Menurut Marindo, peran tersebut memiliki cakupan berbeda dengan Biro Organisasi. Jika Biro Organisasi berfokus pada tata kelola internal pemerintahan, Biro Perekonomian harus mampu memastikan koordinasi dan tata kelola ekonomi yang melibatkan berbagai pihak di luar pemerintahan.

BACA JUGA:Bhayangkara Presisi Lampung FC Launching Tim dan Jersey, Ditutup Uji Coba Persikad

"Biro Ekonomi ini lebih luas lagi. Kalau Biro Organisasi memastikan tata kelola internal, Biro Ekonomi memastikan tata kelola eksternal dalam hal ekonomi," ujar Marindo.

Marindo menjelaskan, penguatan Biro Perekonomian sejalan dengan misi pertama pembangunan Provinsi Lampung, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif.

Karena itu, Biro Perekonomian diminta tidak terjebak pada rutinitas rapat dan administrasi. Biro tersebut harus mampu menghasilkan analisis serta rekomendasi yang dapat membantu pimpinan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Ada lima peran strategis yang menurut Marindo perlu diperkuat.

Pertama, sebagai economic intelligence. Biro Perekonomian harus mampu membaca kondisi serta arah perkembangan ekonomi sebelum pemerintah menetapkan suatu kebijakan.

BACA JUGA:Kopi Arabika Lampung Barat Jadi Andalan Sang Juara Fun Battle Coffee Competition

Fungsi tersebut diharapkan menghasilkan economic briefing bagi Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, asisten, hingga staf ahli. Informasi yang disajikan antara lain mengenai pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Kedua, sebagai economic policy hub yang mengintegrasikan berbagai kebijakan lintas OPD. Biro Perekonomian diharapkan menjadi penghubung kebijakan dan program ekonomi, termasuk yang berkaitan dengan pertanian, energi dan sumber daya mineral, ketahanan pangan, serta perindustrian dan perdagangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait