Terpilih Pimpin HKTI Lampung, Gubernur Mirza Fokus Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Pertanian
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Musda HKTI Provinsi Lampung sekaligus terpilih sebagai Ketua DPD HKTI Lampung periode 2026–2031--
MEDIALAMPUNG.CO.ID –Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mengambil peran strategis dalam mendorong hilirisasi sektor pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Provinsi Lampung di Gedung Balai Keratun Lantai 3, Jumat 31 Juli 2026.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, pengurus DPD dan DPC HKTI se-Lampung, unsur Forkopimda, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Dalam forum tersebut, Rahmat Mirzani Djausal resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Provinsi Lampung periode 2026–2031. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pelantikan pengurus 15 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Provinsi Lampung.
BACA JUGA:BRI Lampaui Target KUR Perumahan, Jadi Motor Utama Program 3 Juta Rumah Pemerintah
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa HKTI memiliki peran strategis karena sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Lampung.
Dari luas wilayah sekitar 3,3 juta hektare, sekitar 1,8 juta hektare dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan dan perkebunan, dengan sekitar 1,6 juta keluarga menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut.
Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah yang berpihak kepada petani mulai memberikan dampak nyata. Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah, membaiknya harga jagung, kopi, dan singkong, serta hadirnya berbagai program pendukung pertanian dinilai telah meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan ekonomi pedesaan.
"Harga komoditas yang membaik telah meningkatkan daya beli masyarakat desa. Dampaknya terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi, termasuk penjualan kendaraan, jasa pengiriman, hingga transaksi ekonomi di wilayah pedesaan," ujar Gubernur Mirza.
BACA JUGA:Berawal dari Warisan Keluarga, KAINRATU Tembus Pasar Global Berkat Pendampingan Rumah BUMN BRI
Untuk mempercepat transformasi sektor pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan sejumlah program strategis.
Program tersebut meliputi penerapan pupuk organik cair (POC) di 2.000 desa, penyediaan 500 unit mesin pengering (dryer) guna mendukung pascapanen, pembangunan silo penyimpanan hasil pertanian di tingkat kecamatan, hingga pemberian 2.500 beasiswa bagi anak-anak petani.
Gubernur menilai peningkatan kesejahteraan petani tidak cukup hanya mengandalkan produksi, tetapi harus dibarengi dengan penguatan industri hilir agar nilai tambah hasil pertanian tetap dinikmati di daerah.
"Petani tidak mungkin bisa maju tanpa hilirisasi, dan hilirisasi membutuhkan peran pengusaha yang didukung daya saing tinggi. Kita harus menguasai pasar global dengan ongkos produksi yang murah dan kuantitas masif," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

