Tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Naik, Akademisi Unila: Harus Diiringi Peningkatan Layanan

Tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Naik, Akademisi Unila: Harus Diiringi Peningkatan Layanan

Guru Besar Ekonomi Publik sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Prof. Nairobi--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kenaikan tarif ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) dinilai memiliki dasar ekonomi yang kuat. 

Namun, kebijakan tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan serta langkah mitigasi agar tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap sektor logistik maupun masyarakat.

Guru Besar Ekonomi Publik sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Prof. Nairobi, mengatakan penyesuaian tarif jalan tol merupakan konsekuensi dari prinsip user pays principle, yakni pengguna membayar sesuai manfaat yang diterima dari infrastruktur yang digunakan.

Selain itu, evaluasi tarif secara berkala juga merupakan bagian dari regulasi untuk menjaga nilai investasi infrastruktur dari dampak inflasi sekaligus memastikan keberlanjutan pengelolaan jalan tol.

BACA JUGA:Nobar Piala Dunia Lampung Selatan Dongkrak Omzet UMKM

"Penyesuaian tarif merupakan hal yang wajar dalam perspektif ekonomi publik. Tujuannya bukan hanya menjaga keberlanjutan investasi, tetapi juga mempertahankan minat investor dalam skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," ujar Prof. Nairobi.

Berdasarkan tarif terbaru, kendaraan golongan I kini dikenakan tarif Rp102.500 untuk rute Natar–Bakauheni, sementara perjalanan penuh ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar sepanjang 140,9 kilometer dikenakan tarif Rp189.500.

Prof. Nairobi mengungkapkan hasil penelitian Universitas Lampung mengenai Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) menunjukkan tarif ideal Tol Bakauheni–Terbanggi Besar berada pada kisaran Rp1.203 hingga Rp1.600 per kilometer untuk kendaraan golongan II dan III. 

Sementara untuk golongan IV dan V berada pada kisaran Rp1.699 hingga Rp2.200 per kilometer.

BACA JUGA:Kuota SMP Negeri Penuh, Pemkot Bandar Lampung Siapkan Bantuan Sekolah Swasta

Menurutnya, hasil kajian tersebut menunjukkan penyesuaian tarif sebesar Rp500 per kilometer masih berada dalam batas kemampuan dan kesediaan masyarakat pengguna jalan tol di Lampung.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kenaikan tarif berpotensi meningkatkan biaya distribusi barang. Sebagai ilustrasi, kendaraan logistik yang melintasi penuh ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar akan menanggung tambahan biaya sekitar Rp70 ribu dalam setiap perjalanan jika tarif naik Rp500 per kilometer.

Dengan asumsi satu kendaraan melakukan sekitar 200 perjalanan dalam setahun, tambahan biaya operasional dapat mencapai sekitar Rp14 juta. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga barang karena biaya distribusi akan diteruskan kepada konsumen.

BACA JUGA:Kuota SMP Negeri Penuh, Pemkot Bandar Lampung Siapkan Bantuan Sekolah Swasta

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait