Charles Giroth Resmi Pimpin BTB, Sampaikan Transformasi Pengelolaan Operasional untuk Tingkatkan Pelayanan
Direktur PT BTB, Charles Giroth--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) memperkenalkan jajaran kepemimpinan baru sekaligus mengumumkan transformasi pengelolaan operasional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengguna Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering bertajuk Building Stronger Connections yang dihadiri insan pers di Provinsi Lampung, Jumat 3 Juni 2026.
Direktur PT BTB, Charles Giroth, mengungkapkan bahwa dirinya resmi menjabat sebagai Direktur sejak 1 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus langkah penyegaran perusahaan untuk memperkuat pengelolaan jalan tol secara lebih optimal.
BACA JUGA:Polisi Ungkap Kasus Penganiayaan di Sungkai Selatan, Dua Tersangka Ditahan
"Pergantian kepemimpinan ini merupakan bagian dari dinamika dan aksi korporasi yang wajar dalam sebuah organisasi, sekaligus langkah penyegaran untuk mendukung pengelolaan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar yang lebih optimal," ujar Charles.
Menurut Charles, Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera yang menghubungkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Karena itu, perusahaan terus melakukan berbagai inovasi dan penyesuaian guna meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Selain pergantian kepemimpinan, PT BTB juga melakukan transformasi dalam sistem pengelolaan operasional.
BACA JUGA:Lampung Perkuat Warisan Budaya Lewat Pesenggiri Festival 2026
Apabila sebelumnya operasional jalan tol dikelola oleh pihak ketiga, kini seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan secara swakelola seiring berakhirnya kontrak kerja sama dengan operator sebelumnya.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya meningkatkan standar operasional, efisiensi pengelolaan, serta kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jalan tol.
Charles menegaskan bahwa proses transisi, baik pergantian kepemimpinan maupun perubahan pola pengelolaan operasional, telah dilaksanakan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Menurutnya, transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

