Jelang Nataru, Diskoperindag Pesbar Monitoring Harga Sembako
Medialampung.co.id - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Disdkoperindag) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melakukan monitoring harga kebutuhan bahan pokok (sembako) di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pesbar, seperti di Pasar Way Batu Kecamatan Pesisir Tengah, dan pasar tradisional lainnya, Kamis (2/12).
Kabid Perdagangan, Suparmi, S.Ip, M.M., mengatakan, monitoring ke sejumlah pasar tradisional itu salah satunya untuk mengetahui kondisi harga dan stok sembako dalam menghadapi libur Natal tahun 2021 dan Tahun baru 2022 (Nataru).
“Monitoring sembako ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang kita laksanakan. Tapi, dalam menghadapi Nataru ini pelaksanaan monitoring akan lebih dimaksimalkan,” katanya.
Dijelaskannya, hal itu sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga dan stok kebutuhan sembako di Kabupaten Pesbar terutama menjelang Nataru tersebut. Meski sampai dengan sekarang kondisi harga sembako masih relatif stabil dan stoknya pun mencukupi atau tidak terjadi kekurangan. Namun, Pemkab Pesbar melalui Diskoperindag juga tetap akan berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).
“Ketika terjadi adanya kenaikan harga yang signifikan dan kita anggap tidak wajar, maka kita akan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk kembali melakukan monitoring dan evaluasi di pasar tradisional,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, sebagai antisipasi terjadinya kenaikan harga dan kekurangan stok kebutuhan bahan pokok di Pesbar ini, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar. Tetapi, jika melihat kondisi harga sembako di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pesbar hingga saat ini masih tergolong wajar dan belum terjadi kenaikan yang signifikan.
“Artinya, belum terjadi kenaikan harga, begitu juga dengan stok kebutuhan bahan pokok masih terbilang mencukupi terutama menjelang Nataru, dan memang selama Nataru setiap tahunnya juga tidak berpengaruh yang signifikan terhadap masyarakat di Pesbar ini,” kata dia.
Sementara itu, masih kata Suparmi, berdasarkan hasil monitoring harga sembako yang telah dilaksanakan itu rata-rata masih stabil seperti beras masih berkisar Rp10-12 ribu per kilogram (sesuai dengan kualitas), gula pasir Rp14,5 ribu per kilogram, minyak goreng masih naik di kisaran harga Rp15-19 ribu per kilogram. Kemudian, tepung terigu masih berkisar Rp11,5 ribu per kilogram, dan untuk daging sapi masih di kisaran Rp120-125 per kilogram.
“Daging ayam potong masih berkisar Rp35 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam masih Rp45 ribu per karpet. Cabai merah masih stabil berkisar Rp55-60 ribu per kilogram, begitu juga kebutuhan bahan pokok lainnya rata-rata masih stabil,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
