Terdapat 25 Kasus Stunting di Pesbar

Terdapat 25 Kasus Stunting di Pesbar

Medialampung.co.id - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), mencatat sebanyak 25 kasus stunting per tanggal 31 Desember 2021 lalu yang tersebar di lima Kecamatan di Kabupaten setempat. Penambahan kasus stunting itu karena dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Kabid Kesehatan Masyarakat, Irhamudin, S.Km., mendampingi kepala Diskes Pesbar, Tedi Zadmiko, S.Km., mengatakan, hingga tahun 2021 lalu tercatat sebanyak 25 kasus tersebar di lima Kecamatan. Dari 25 kasus itu, antara lain 17 kasus stunting merupakan kasus lama dan delapan kasus baru.

Dijelaskannya, untuk delapan kasus baru stunting itu antara lain di Pekon Way Sindi Kecamatan Karyapenggawa ada dua kasus, Kecamatan Ngambur di Pekon Negeri Ratu Ngambur satu kasus, dan Pekon Sukabanjar dua kasus.

“Lalu, di Pekon Negeri Ratu Ngaras Kecamatan Ngaras, Pekon Ulok Manik Kecamatan Pesisir Selatan, dan Pekon Way Redak Kecamatan Pesisir Tengah masing-masing ada satu kasus,” kata dia, di sela-sela kegiatan BKKBN Provinsi terkait kasus stunting di Kabupaten/Kota yang dipusatkan di aula Villa Desa Pekon Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis (20/1).

Sementara itu, kata dia, untuk jumlah kasus lama yakni sebanyak 17 kasus tersebar di Kecamatan Karyapenggawa sebanyak tujuh kasus, Ngambur enam kasus dan Kecamatan Ngaras empat kasus. Dengan melihat jumlah kasus stunting tersebut tentu harus menjadi perhatian bersama, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, maupun masyarakat.

“Khususnya Diskes Pesbar hingga kini juga masih terus berupaya untuk memaksimalkan pencegahan terhadap kasus stunting, selain itu juga melakukan penanganan terhadap kasus yang ada,” jelasnya. 

Ditambahkannya, dalam penanganan kasus stunting yang masih terus diupayakan itu antara lain melakukan pelacakan, pemantauan, hingga memberikan makanan tambahan untuk pemulihan terhadap balita yang mengalami stunting. Diskes Pesbar juga kembali menekankan kepada semua masyarakat yang memiliki balita agar dapat rutin melakukan kegiatan posyandu untuk mengontrol perkembangan balita-nya, karena itu sangat penting, salah satunya sebagai upaya pencegahan stunting. Untuk diketahui kasus stunting tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yakni kemiskinan, pola asuh, faktor sanitasi, penyakit penyerta dan sebagainya.

“Di Kabupaten Pesbar ini rata-rata disebabkan karena faktor pola asuh anak, kemiskinan, dan penyakit penyerta. tapi, didominasi faktor penyakit penyerta,” tandasnya.(yan/d1n/mlo)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: