Soal Dini Andani, Dissos Koordinasikan ke BRSPDI Ciungwanara Bogor
Medialampung.co.id — Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melalui Dinas Sosial (Dissos) telah berkoordinasi dengan pihak Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BRSPDI) Ciungwanara Bogor, untuk rencana penanganan Dini Andani (12) salah satu pelajar di SMPN 16 Krui, dari Pekon Padang Haluan Kecamatan Krui Selatan, yang menderita penyakit pembengkokan tulang belakang (tumbuhnya tulang tidak pada tempatnya) yang harus menjalani operasi.
Kabid Rehabilitasi Sosial, Ahmadi, mendampingi Kepala Dissos Pesbar Agus Triyadi, S.Ip, M.M., mengaku pihak Dissos setempat bersama pihak terkait lainnya telah mengunjungi langsung ke kediaman Dini Andani, sekaligus melengkapi berkas persyaratan untuk pengajuan ke BRSPDI Ciungwanara Bogor, yang merupakan bagian dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).
“Kami sudah berkoordinasi dengan BRSPDI Ciungwanara Bogor, bahkan sudah diketahui oleh Kemensos RI. Sehingga, saat ini masih menunggu tindaklanjutnya dari Pusat,” katanya, Jumat (10/12).
Dikatakannya, untuk proposal maupun berkas pengajuan lainnya sudah disampaikan dan dikoordinasikan ke pihak Balai, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini segera ada tindak lanjutnya dan tidak ada kendala, sehingga Dini Andani tersebut bisa langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) untuk menjalani operasi dan mendapat bantuan dari pihak BRSPDI Ciungwanara Bogor.
“Yang jelas dari Pemkab sudah berupaya untuk memberikan pelayanan terhadap warga itu, dan kini masih menunggu informasi dan tindaklanjut dari Pusat, kita berharap bisa segera terealisasi,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dini Andani (12) salah satu pelajar di SMPN 16 Krui, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), dari keluarga kurang mampu itu harus menanggung beban akibat penyakit yang dideritanya. Sehingga, dirinya harus menjalani operasi di Rumah Sakit.
Pendamping Rehabilitasi Sosial Kabupaten Pesisir Barat, Helmi Fauzi, mengatakan, Dini Andani merupakan anak tertua dari tiga bersaudara pasangan Kailani dan Leni Marlina. Ayahnya merupakan sopir di Provinsi Jambi yang hanya bisa pulang tiga bulan sekali ke rumah. Sedangkan ibunya yakni Leni Marlina hanya seorang ibu rumah tangga yang masih mengasuh anak bungsunya yang baru berusia dua bulan.
“Saat didatangi di kediamannya di Pekon Padang Haluan, Kecamatan Krui Selatan, kondisi tubuh Dini Andani terlihat begitu kurus dan ada benjolan di bagian tulang belakangnya,” kata dia, Kamis (9/12).
Dijelaskannya, menurut keterangan dari orang tuanya bahwa Dini Andani sebelumnya pernah melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakot Urip Sumohardjo, Bandar Lampung. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyatakan yang bersangkutan itu menderita penyakit pembengkokan tulang atau tumbuhnya tulang tidak pada tempatnya.
“Karena penyakit yang dideritanya itu, Dini Andani kerap merasa kesakitan saat hendak tidur dan aktivitas lainnya sebagai seorang pelajar tersebut,” jelasnya.
Menurut Helmi, untuk menjalani operasi, tetap membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara, kondisi perekonomian keluarganya masih sangat kekurangan. Karena itu pihaknya mengharapkan adanya uluran tangan para dermawan untuk membantu Dini Andani dalam menjalani operasinya nanti yang direncanakan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.
“Bagi para dermawan yang ingin meringankan beban keluarga Dini Andani bisa menghubungi Leni Marlina pada nomor 085769774166 dan 085273333133. Jika ingin berdonasi bisa mengirimkan ke nomor rekening 0659-01-039076-53-1, BRI Unit Krui atas nama Kailani,” tandasnya.(yan/d1n/mlo)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
