Pengoperasian Gudang SRG di Pesbar Tergantung Pemkab
Medialampung.co.id - Sistem Resi Gudang (SRG) di Kawasan Usaha Agro Industri Terpadu (KUAT) Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) yang dikelola oleh Koperasi Tanera, yang belum berfungsi sebagaimana mestinya itu masih terkendala beberapa faktor, bahkan yang paling utama adalah tergantung dari Pemkab setempat.
Ketua Koperasi Tanera Kabupaten Pesbar, R. Anton. JM. A, S.E., mengatakan, hingga kini kondisi SRG di Kabupaten Pesbar itu belum berfungsi sebagaimana mestinya.
Padahal keberadaan gudang SRG itu sangat diharapkan masyarakat, salah satunya dapat menekan kondisi harga jual gabah Kering Panen (GKP) yang tidak stabil, dan sebagainya.
“Termasuk komoditi hasil pertanian lainnya, karena untuk gudang SRG itu hanya untuk 17 komoditi hasil bumi. Sehingga dengan adanya SRG itu seharusnya sudah bisa dimanfaatkan petani,” katanya, Kamis (10/3).
Tapi, kata dia, karena kondisi gudang SRG kurang dukungan dari Pemkab Pesbar, sehingga sampai sekarang tidak bisa difungsikan dan dioperasionalkan dengan baik.
Sebelumnya, Koperasi Tanera yang ditunjuk untuk mengelola gudang SRG itu telah berupaya semaksimal mungkin. Tapi, upaya yang telah dilaksanakan itu seharusnya tidak lepas dari peran Pemkab Pesbar termasuk legislatif dalam hal ini para wakil rakyat.
“Dengan begitu gudang SRG bisa berfungsi maksimal. kalau memang ada wacana dari Pemkab Pesbar akan memfungsikan gudang SRG di tahun 2022 ini kita berharap benar-benar direalisasikan,” jelasnya.
Dijelaskannya, untuk pengelolaan resi gudang itu, pihaknya telah menerima tiga Surat Keputusan (SK) dari dari Bupati Pesbar, Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan SK dari (Diskopdag) setempat. Sehingga, dalam pengelolaan SRG itu untuk semua kelengkapan administrasi sudah tidak ada persoalan lagi.
“Tapi saat ini yang menjadi persoalan yakni berkaitan dengan anggaran yang ada. Kita berharap bisa menjadi perhatian semua pihak khususnya Pemkab sehingga SRG bisa segera difungsikan,” jelasnya.
Dijelaskannya, ada beberapa kendala dalam pengoperasian gudang SRG itu, diantaranya yakni instalasi listrik yang masih kekurangan daya, dan itu harus diganti dengan instalasi yang baru sehingga daya tegangan listrik bisa lebih tinggi untuk pengoperasian mesin yang ada. Selain itu, kondisi sebagian atap gudang yang rusak dan kelengkapan lainnya.
“Untuk itu pengoperasian SRG di wilayah ini harus benar-benar diperhatikan oleh Pemkab Pesbar. Artinya, bisa tidaknya SRG beroperasi atau difungsikan itu tergantung Pemkab Pesbar, karena ini berkaitan dengan anggaran,” kata dia.
Ditambahkannya, tahun lalu Koperasi Tanera juga telah berkirim surat ke Bupati, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopdag) setempat, mengenai kondisi instalasi listrik di gudang SRG dan terkait kendala lainnya, tapi belum ada tanggapan dari Pemkab setempat. Begitu juga dengan kesiapan anggaran dari Pemkab Pesbar untuk uji mutu, dan kesiapan lain dari Pemkab juga belum ada kesimpulan.
“Yang jelas kami selaku pengelola SRG ini siap untuk berkolaborasi dengan eksekutif, legislatif, gapoktan, poktan, dan petani di Pesbar ini, dengan harapan kesejahteraan petani di Pesbar ini bisa terwujud dengan baik,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




