Penemuan Mayat Gegerkan Pedagang Pasar Waybatu

Penemuan Mayat Gegerkan Pedagang Pasar Waybatu

Medialampung.co.id - Pedagang di Pasar Way Batu, Kelurahan Pasar Krui Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) digegerkan dengan adanya penemuan sesosok mayat laki-laki di salah satu los Pasar Way Batu, sekitar pukul 14.30 WIB, Minggu (24/10).

Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Muhidin, mendampingi Kapolres Lampung Barat (Lambar), AKBP Hadi Saepul Rahman, S.Ik., melalui Panit I Reskrim Polsek setempat, Ipda Kasiyono, S.E., mengatakan bahwa mayat laki-laki yang diketahui bernama Sarip (60) warga dusun Sekuting Pekon Watas Kecamatan Balikbukit Kabupaten Lampung Barat itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB, oleh Iis (53) warga Pekon Padang Haluan Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesbar.

Dijelaskannya, penemuan mayat itu diketahui saat saksi (Iis) sedang melewati los pasar yang ditinggali korban (Sarip). Saksi (Iis) tersebut menemukan mayat yang mengenakan kemeja kotak-kotak warna hijau, celana pendek warna merah, sarung warna biru dongker motif putih tersebut dalam keadaan terlentang, kaki kiri menekuk, kaki kanan lurus, mulut dalam keadaan menganga, serta kondisi mata dalam keadaan terbuka.

"Mengetahui adanya penemuan mayat tersebut, selanjutnya Iis melaporkan kejadian ini ke Polsek Pesisir Tengah," katanya.

Selanjutnya, kata dia, pihak Polsek Pesisir Tengah yang dipimpin Panit II Reskrim Polsek Pesisir Tengah Aipda Firdiansyah S.H., mendatangi tempat kejadian. Kemudian, korban dibawa ke Rumah Sakit KH.Muhammad Thohir untuk dilakukan VER.

"Saat ini jenazah masih berada di Rumah Sakit KH. Muhammad Thohir," jelasnya.

Sementara itu, masih kata Kasiyono, berdasarkan keterangan Ediyansah (saksi), bahwa pada Senin (18/10) lalu, sekitar pukul 12.15 WIB di Pasar Way Batu tersebut, Korban datang dan bertemu dengan Ediyansah, korban mengatakan berasal dari Liwa, dengan tujuan datang ke Krui untuk berobat ke dokter, dikarenakan korban sedang sakit akibat pernah ditabrak sepeda motor di Liwa.

"Setelah beberapa hari korban tidak kunjung berobat dan tinggal di los pasar. Dikarenakan pedagang pasar merasa kasihan, pedagang pasar memberikan makan dan minum kepada korban," ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, berdasarkan keterangan saksi lain yakni Nurmi, bahwa korban sudah tinggal di los Pasar Way Batu tersebut sekitar satu minggu, menurut pengakuan korban berasal dari Liwa, korban datang memang sudah sakit-sakitan. Saksi bersama pedagang pasar lain sering memberikan makanan dan minuman kepada korban.

"Sedangkan, dari hasil keterangan visum yang dilakukan oleh dr. M. Pasca Yoga Tama, bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dan diperkirakan korban meninggal sekitar pukul 14.00 WIB, karena sakit," pungkasnya.(yan/mlo)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: