Pasar Baru Segera Diresmikan dan Ditempati Pedagang
Medialampung.co.id — Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melalui Pemerintahan Pekon Negeri Ratu Ngambur, Kecamatan Ngambur, dalam waktu dekat segera meresmikan Pasar Minggu yang baru di Pemangku Way Batang setempat, sekaligus relokasi pedagang dari Pasar Minggu yang lama ke Pasar baru tersebut.
Peratin Pekon Negeri Ratu Ngambur, Hazairin Abi, mengatakan, pasar baru yang sudah sejak lama selesai dibangun pada 2018 lalu baik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pesbar, maupun melalui anggaran dana desa, serta swadaya itu memang belum pernah ditempati oleh pedagang.
Menurutnya, dalam rencana relokasi pedagang di Pasar lama (Pasar Minggu) ke pasar yang baru itu tentunya telah melalui tahapan-tahapan, bahkan pada Selasa (7/12) lalu juga telah dilaksanakan rapat koordinasi dengan semua pihak terkait baik perwakilan Diskoperindag, Satpol PP, Polsek, Koramil, Camat, BUMDes, Perangkat Pekon, Karang Taruna, kepala pasar baru, pemilik pasar lama, dan pihak terkait lainnya.
“Dari hasil rapat koordinasi sebelumnya itu diperoleh kesimpulan bahwa Pemkab Pesbar mendukung sepenuhnya atas pemindahan Pasar Minggu yang lama ke Pasar Minggu yang baru,” katanya, Jumat (10/12).
Dijelaskannya, pemindahan pedagang dari Pasar Minggu yang lama ke Pasar Minggu yang baru itu juga sudah disetujui oleh para pedagang. Terlebih, saat ini sudah sebanyak 300-an pedagang yang sudah mendaftar untuk menempati los pedagang di Pasar baru tersebut. Artinya, para pedagang cukup antusias untuk dilakukan relokasi ke pasar baru.
“Untuk itu mudah-mudahan tidak ada kendala dan dalam waktu dekat ini pasar baru tersebut bisa segera diresmikan dan ditempati oleh para pedagang baik di los terbuka maupun di hamparan pasar tersebut,” jelasnya.
Sehingga, kata dia, dengan adanya pemindahan pedagang di pasar baru itu para pedagang maupun pembeli bisa lebih nyaman, dna lebih tertib kembali. Mengingat sebelumnya saat berada di pasar lama itu kondisinya semrawut dan berdampak pada ketertiban umum, baik arus lalulintas maupun lainnya. Untuk itu, dengan adanya pasar baru tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan maksimal. Kedepan pasar baru itu juga akan dikelola oleh BUMDes Pekon setempat. Dengan begitu nantinya akan ada sumber pendapatan Pekon.
“Luas lokasi pasar baru ini sekitar 3000 meter persegi yang merupakan lahan hibah. Sedangkan jumlah los pedagang keseluruhan ada 146 los, dengan lokasi parkir yang memadai, dan juga memiliki fasilitas mushola dan MCK. Kita berharap kedepan Pasar Minggu ini bisa terus maju dan berkembang,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




