Polsek Bengkunat Berikan Bantuan Untuk Keluarga Korban Tewas Akibat Tersengat Listrik

Polsek Bengkunat Berikan Bantuan Untuk Keluarga Korban Tewas Akibat Tersengat Listrik

Medialampung.co.id — Jajaran Polsek Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), Sabtu (1/1) kemarin, memberikan bantuan kepada keluarga Hendi Irawan (20) warga Pekon Pagar Bukit Kecamatan Bangkunat, korban yang meninggal dunia akibat tersengat listrik tegangan tinggi, pada Jumat (31/12/2021) lalu.

Kapolsek Bengkunat, AKP Hi.Suhairi, mendampingi Kapolres Lampung Barat (Lambar) AKBP Hadi Saepul Rahman, S.Ik., mengatakan, pemberian bantuan kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat tersengat listrik tegangan tinggi itu sebagai bentuk perhatian dan kepedulian jajaran Polsek Bengkunat terhadap warga di wilayah hukum Polsek setempat.

“Bantuan ini merupakan bantuan sembako berupa beras, telur ayam, gula, kopi, dan teh. Mudah-mudahan semua kebutuhan bahan pokok yang telah diserahkan itu bisa membantu meringankan beban kebutuhan bagi pihak keluarga yang ditinggalkannya,” katanya.

Sementara itu, kata dia, korban meninggal dunia akibat tersengat listrik tegangan tinggi itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat (31/12/2021) lalu, di kediaman korban. Berdasarkan keterangan yang ada bahwa kejadian itu bermula sekitar pukul 17.00 WIB, ketika korban selesai melakukan aktivitas sehari-hari, korban langsung mandi di kediamannya.

“Setelah melaksanakan mandi dan setelah keluar dari kamar mandi, korban mengambil setrika dan hendak menyetrika baju dan celana yang rencananya akan dipakai pada saat malam tahun baru,” jelasnya.

Ditambahkannya, pada saat korban menghubungkan socket kabel alat gosok baju (setrika) ke terminal yang terhubung arus listrik tegangan tinggi, dan saat itu korban hendak meluruskan kondisi kabel setrika yang dalam kondisi melilit, selain itu sebagian kabel itu sudah terkelupas dari pembungkus kabel. Kemudian pada saat korban memegang kabel yang melilit korban terkejut dan terpental ke arah belakang sambil hendak melepaskan kabel tersebut.

“Tapi kondisi terminal kabel yang terhubung ke arus listrik tegangan tinggi itu ikut terbawa saat korban terpental, dan alat setrika itu juga terlempar ke arah bagian dada sebelah kiri korban,” katanya.

Diakuinya, mengetahui ada kejadian itu, orangtua korban langsung membawa korban ke rumah dokter yang kebetulan jaraknya tidak jauh dari rumah korban. Tapi dokter menyampaikan bahwa tidak sanggup karena kurangnya peralatan medis untuk membantu korban. Sehingga, korban dibawa ke UPTD Puskesmas Bengkunatbelimbing untuk diberikan pertolongan.

“Sesampainya di Puskesmas, korban langsung mendapat pertolongan, tapi saat itu  korban tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” pungkasnya. (yan/d1n/mlo)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: