Buruh Tani Tewas Diduga Diserang Gajah Liar di Kawasan TNBBS Suoh

Buruh Tani Tewas Diduga Diserang Gajah Liar di Kawasan TNBBS Suoh

Jumadi Ditemukan Tewas Setelah Terjebak Kawanan Gajah Liar di Suoh-Foto Istimewa-

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Konflik antara manusia dan gajah liar di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) kembali memakan korban jiwa. Seorang warga bernama Jumadi (54), yang berprofesi sebagai buruh tani, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terlibat insiden dengan kawanan gajah liar di Pekon Sumber Agung Blok 1, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (25/6/2026).

Peristiwa tragis itu bermula pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, warga menerima informasi mengenai tiga orang yang terjebak di sebuah rumah singgah di area perkebunan karena tidak dapat keluar akibat kawanan gajah liar yang berada di sekitar lokasi.

Mendapat kabar tersebut, sejumlah warga bersama relawan yang tergabung dalam satuan tugas penanganan konflik satwa liar langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Namun, proses penyelamatan berlangsung sulit karena kawanan gajah masih berada di sekitar perkebunan sehingga seluruh upaya harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Setibanya di lokasi, tim mendapati rumah singgah yang sebelumnya digunakan sebagai tempat berlindung telah mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa bagian bangunan terlihat roboh dan hancur. Kerusakan itu diduga akibat dorongan atau amukan kawanan gajah yang memasuki area perkebunan pada malam hari.

Dalam proses pencarian, dua orang yang sebelumnya dilaporkan berada di lokasi berhasil ditemukan selamat. Keduanya diketahui bernama Widodo dan Sigit Purnomo. Meski tidak mengalami luka serius, keduanya dilaporkan mengalami syok dan trauma akibat peristiwa yang mereka alami.

Sementara itu, Jumadi belum ditemukan sehingga warga dan relawan terus melakukan penyisiran hingga menjelang pagi. Pencarian dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian korban saat berusaha menghindari ancaman gajah liar.

Setelah beberapa jam pencarian, Jumadi akhirnya ditemukan pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi rumah singgah, tepatnya di area perengan atau jurang yang berada di sekitar kawasan perkebunan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, antara lain memar pada bagian pinggang belakang, luka lecet pada bibir bawah, serta luka lecet pada lutut kanan. Dugaan sementara menyebutkan korban kemungkinan tertabrak atau terdorong gajah saat berusaha menyelamatkan diri, kemudian terjatuh ke area jurang.

Lokasi kejadian diketahui berada sekitar 600 meter di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, tepatnya di wilayah kerja Resort Suoh. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah sumatera yang masih berkeliaran di habitat alaminya.

Petugas Resort Suoh TNBBS, Sulki, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, seorang warga ditemukan meninggal dunia setelah diduga terlibat konflik dengan gajah liar yang memasuki kawasan perkebunan.

“Benar, ada warga yang ditemukan meninggal dunia setelah diduga terlibat konflik dengan gajah liar di wilayah sekitar perkebunan. Saat ini kami masih melakukan pendataan dan penelusuran lebih lanjut terkait kronologi kejadian,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik manusia dan satwa liar masih menjadi persoalan serius di wilayah Suoh dan sekitarnya. Dalam beberapa tahun terakhir, warga kerap melaporkan kemunculan gajah liar yang memasuki lahan pertanian maupun perkebunan.

Selain menyebabkan kerusakan tanaman, keberadaan satwa liar tersebut juga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian dan perkebunan di sekitar kawasan hutan.

Berbagai upaya mitigasi sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah, petugas konservasi, relawan, dan masyarakat setempat. Namun, luasnya wilayah jelajah gajah serta semakin dekatnya aktivitas manusia dengan habitat satwa liar membuat potensi konflik masih terus terjadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait