Bupati Lampung Utara Dorong Sinergi Kuat dengan Kementerian Pertanian RI untuk Ketahanan Pangan
Pertemuan strategis bahas bantuan dryer, sumur bor, dan embung untuk petani Lampura-Foto Dok-
LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Bupati Lampung Utara, Dr. (Cand.) Hamartoni Ahadis, M.Si., menerima audiensi dari Staf Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia di Rumah Jabatan Bupati.
Audiensi strategis ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Drs. Lekok, M.M., Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. Alamri, Kepala Dinas Hortikultura dan Tanaman Pangan Tomy Suciadi, Kepala Dinas Peternakan M. Rizki, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunaido Utama.
Dari pihak Kementerian Pertanian, hadir Tenaga Ahli Menteri Bidang Publikasi dan Dokumentasi, Ir. Hermansyah, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Mineral, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hamartoni menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat sektor pertanian serta mendukung ketahanan pangan.
BACA JUGA:Polres Lampura Ungkap Hasil Lab Kasus Keracunan Massal, Ditemukan Bakteri Gram Negatif
“Optimalisasi pertanian dan ketahanan pangan tidak bisa hanya dibebankan kepada petani saja. Perlu ada intervensi dari pemerintah, baik daerah, maupun pusat, melalui berbagai bentuk bantuan stimulan dan teknis,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan air sebagai elemen vital dalam keberhasilan pertanian. Menurutnya, teknologi secanggih apapun tak akan berfungsi maksimal tanpa dukungan air yang memadai.
“Selain normalisasi bendungan dan saluran irigasi seperti di Way Rarem, kami juga memerlukan dukungan berupa pembangunan embung dan sumur bor sebagai alternatif penyediaan air untuk pertanian,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, ia meminta dukungan pengadaan alat pengering hasil panen (dryer) guna meningkatkan kualitas serta harga jual hasil pertanian.
BACA JUGA:Seleksi Terbuka Sekdaprov Lampung Rampung, Jumat Gubernur Mirza Akan Lantik Marindo
“Penggunaan dryer akan mengurangi kadar air pada hasil panen, sehingga kualitas naik dan harga jual pun meningkat. Ini tentu akan sangat membantu para petani kita,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti peran penting penyuluh pertanian yang berfungsi sebagai penghubung antara kebijakan dan praktik di lapangan.
“Penyuluh pertanian adalah bagian dari intervensi pemerintah yang sangat penting. Mereka adalah jembatan pengetahuan antara kebijakan dan praktik pertanian di lapangan,” pungkasnya.
Audiensi ini menjadi awal yang positif dalam memperkuat kolaborasi lintas sektoral antara Pemkab Lampung Utara dan Kementerian Pertanian. Harapannya, sinergi ini akan menghasilkan kebijakan pertanian yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya saing di masa depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




