Parosil Buka Acara Pagelaran dan Pentas Seni GSMS

Parosil Buka Acara Pagelaran dan Pentas Seni GSMS

Medialampung.co.id - Bupati Lampung Barat (Lambar) Hi. Parosil Mabsus menghadiri sekaligus membuka acara pagelaran dan seni budaya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Gedung Olahraga (GOR) Aji Saka Kawasan Sekuting Terpadu, Pekon Watas Kecamatan Balikbukit, Jumat (8/10) dengan menghadirkan 30 seniman.

Pembukaan acara tersebut ditandai dengan pemukulan gamolan pekhing oleh Bupati Lambar, Parosil Mabsus dan Kepala Dinas Pendidikan, Bulki Basri, S.Pd., M.M., dan disaksikan langsung oleh Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Heni Astuti, Ketua Yayasan Jantung Sehat (YJI) Cabang Lambar Partinia Parosil Mabsus, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lambar Gurti Komarawati, Asisten, Staf Ahli Bupati, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Lampung (LMAL), kepala sekolah dan Seniman dari luar daerah Kabupaten Lambar, serta undangan lainnya.

Dilanjutkan dengan penyerahan berupa dana hibah kepada sanggar seni budaya dari Pemkab Lambar.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus yang dikenal sebagai Bupati Kopi Lambar itu memberikan apresiasi khusus kepada GSMS yang sudah memberikan keilmuan, pengetahuan serta memberikan motivasi kepada kepala sekolah, dewan guru dan kepada para siswa-siswinya untuk sama-sama mencintai, menjaga seni budaya yang dimiliki Kabupaten Lambar. 

Menurut Parosil, seni dan budaya adalah salah satu alat perekat pemersatu bangsa, sehingga ia berharap kepada para kepala sekolah agar dapat berkomitmen untuk terus melanjutkan program GSMS yang pada tahun 2021 ini sudah memasuki tahun ketiga.

"Tanpa adanya sebuah komitmen dan dukungan dari semua pihak tentu kegiatan ini tidak akan berjalan secara optimal dan tidak akan maksimal," ucap Parosil.

Parosil juga mengharapkan dari seluruh pihak baik dari para guru maupun seniman untuk dapat berkolaborasi sehingga menghasilkan karya indah.

"Disaat adanya sebuah kolaborasi antara guru, seorang seniman dan dari semua pihak, saya yakin akan menghasilkan sesuatu yang indah, sesuatu yang mempunyai nilai seni yang tinggi dan juga ada sebuah konsistensi dalam mempertahankan adat dan budaya," jelas Parosil. 

Oleh karena itu, lanjut Parosil, Hanya kebanggaan yang menjadi salah satu komitmen kita untuk menjaga kelestarian seni dan budaya tersebut.

"Paling penting itu adalah komitmen kita, untuk apa anak-anak kita dilatih dan didik untuk menciptakan sebuah seni tari dan juga budaya, kalau tidak dijaga kelestariannya dan keberadaannya," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulki Basri, S.Pd, M.M dalam laporannya mengungkapkan, program GSMS ini merupakan program Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan minat bakat peserta didik di bidang seni budaya. Selain itu juga untuk menjalin kerjasama yang bersinergi antara sekolah dengan para seniman, kemudian untuk menumbuhkan budaya sekolah yang sehat, menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan dan menguatkan karakter, yang pada gilirannya akan membentuk dan membangun sikap kreatif, apresiatif dan inovatif bagi anak didik.

"Tujuan lainnya yaitu meningkatkan ekosistem sekolah yang berbudaya dan melestarikan (melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan) nilai budaya dan objek pemajuan kebudayaan," kata Bulki.

Kata dia, pada tahun ini, terdapat 25 orang seniman dengan kompetensi seniman tari, seniman musik, seniman teater, seniman sastra, seniman kriya dan seniman lukis untuk melakukan pertemuan 16 kali yang terbagi untuk pembelajaran dan pementasan. "Mereka telah memberikan pengetahuan seni dan budaya di sekolah baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP)," kata dia.

Lanjut dia, 25 seniman itu memberikan pengetahuan seni dan budaya di 25 SD dan SMP di Kabupaten Lambar yaitu SDN Way Ngison (Batu Ketulis), SDN 2 Bakhu (Batu Ketulis), SDN Kubu Liku Jaya (Batu Ketulis), SDN 1 Cipta Mulya (Kebun Tebu), SDN Canggu (Batu Brak), SDN Kegeringan (Batu Brak), SDN 1 Gunung Terang ( Air Hitam), SDN Semarang Jaya (Air Hitam), SDN 3 Padang Cahya (Balik Bukit), SDN 1 Gunung Sugih (Balik Bukit), SDN 1 Padang Cahya (Balik Bukit), SDN Sedampah Indah (Balik Bukit), SDN 1 Sukarami (Balik Bukit), SDN 1 Karang Agung (Way Tenong), SDN 2 Fajar Bulan (Way Tenong), SDN 1 Pampangan (Sekincau), SDN 2 Sukapura (Sumber Jaya) serta SDN 1 Sindang Pagar (Sumber Jaya). Kemudian, SMPN 1 Way Tenong, SMPN 1 Sekincau, SMPN 2 Sekincau,. SMPN 3 Liwa, SMPN 1 Batu Ketulis, SMPN 3 Bandar Negeri Suoh dan SMPN 1 Bandar Negeri Suoh. 

Masih kata Bulki, di masa pandemi Covid-19 ini, metode pembelajaran GSMS oleh seniman lokal Lampung Barat kepada siswa dilakukan secara daring maupun luring sejak bulan Juli-September 2021.

"Pembelajaran didampingi oleh asisten seniman yang berasal dari sekolah, dengan pengawasan dari Disdikbud. Pada akhir proses pembelajaran, kita (Disdikbud) bersama seniman menyelenggarakan pertunjukan/pameran hasil pembelajaran para siswa dengan seniman dengan tetap mengikuti protokol kesehatan pengendalian Covid-19 dan membuat dokumentasi berupa video," pungkas dia. (lus/mlo)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: