Tahu Sumedang, Ikon Kuliner Gurih dari Tanah Sunda
Tahu Sumedang hangat dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam--
BACA JUGA:Dedi Yuginta Ajak Warga Jadikan Puasa Sarana Refleksi dan Berbagi
Proses Pembuatan Tradisional
Proses pembuatan Tahu Sumedang dimulai dari kedelai pilihan yang direndam, kemudian digiling dan dimasak hingga menghasilkan sari kedelai. Setelah itu dilakukan proses penggumpalan menggunakan bahan alami seperti cuka atau larutan garam khusus.
Endapan kedelai yang terbentuk kemudian dicetak dan dipres hingga padat sebelum dipotong kecil-kecil. Tahap penggorengan menjadi kunci utama.
Minyak harus benar-benar panas agar bagian luar cepat mengeras dan renyah, sementara bagian dalam tetap lembut dan membentuk rongga khas. Teknik inilah yang menjaga konsistensi tekstur autentik Tahu Sumedang.
BACA JUGA:Kapolresta Bandar Lampung Imbau Orang Tua Awasi Anak Selama Ramadan
Perkembangan dan Variasi Modern
Seiring perkembangan zaman, Tahu Sumedang hadir dalam berbagai inovasi. Kini tersedia versi tahu isi dengan tambahan sayuran atau daging cincang.
Ada pula Tahu Sumedang beku yang dapat digoreng ulang di rumah, serta kemasan vakum sebagai oleh-oleh yang lebih tahan lama.
Meski demikian, versi klasik tetap menjadi favorit karena mempertahankan rasa autentik yang telah dikenal selama lebih dari satu abad.
BACA JUGA:Acer Nitro V 16S AI: Duet Maut Ryzen 5 240 dan RTX 5050
Nilai Budaya dan Ekonomi
Tahu Sumedang bukan sekadar camilan tradisional, melainkan bagian dari identitas daerah.
Industri rumahan tahu di Sumedang mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Tak sedikit wisatawan yang sengaja singgah di Sumedang hanya untuk membeli tahu hangat langsung dari penggorengan. Tradisi ini memperkuat posisi Tahu Sumedang sebagai ikon kuliner khas Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
