Cireng Peuas, Camilan Sunda Pedas yang Tetap Digemari

Cireng Peuas, Camilan Sunda Pedas yang Tetap Digemari

Cireng peuas, jajanan berbahan aci dengan tekstur kenyal dan rasa pedas khas Sunda--

BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Tegaskan Penerapan Gerakan ASRI sebagai Budaya Kerja Aparatur

Bahan dan Proses Pembuatan

Bahan utama cireng peuas meliputi tepung tapioka, sedikit terigu, bawang putih, daun bawang, garam, dan air panas. 

Sambal peuas dibuat dari cabai, bawang putih, gula merah, asam jawa, dan garam.

Adonan dicampur hingga bisa dibentuk, lalu digoreng sampai garing. Cireng disajikan dengan sambal atau isian pedas sesuai selera.

BACA JUGA:Soroti Pendidikan, Ade Utami Ibnu Tekankan Akses dan Keadilan

Variasi Modern yang Digemari

Perkembangan kuliner melahirkan berbagai inovasi cireng peuas. 

Varian isi pedas, keju, ayam, hingga mozzarella semakin memperluas penggemarnya.

Meski tampil modern, cireng tetap mempertahankan identitas rasa. Inovasi ini membuatnya relevan di berbagai segmen pasar.

BACA JUGA:Lampung Masuk 10 Provinsi dengan Inflasi Terendah Nasional

Peran dalam Kuliner Indonesia

Cireng peuas menjadi contoh adaptasi makanan tradisional di era modern. Dari jajanan pinggir jalan, kini ia hadir dengan kemasan dan konsep kekinian.

Bagi UMKM, cireng peuas menawarkan peluang usaha menjanjikan. Modal terjangkau dan bahan mudah didapat menjadi keunggulan utama.

Cireng peuas membuktikan bahwa camilan tradisional bisa terus bertahan. Dengan rasa khas dan kreativitas pengolahan, identitas kuliner Sunda tetap terjaga di tengah perubahan zaman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: