Waspadai Dampak Sambung Rambut terhadap Kesehatan Rambut dan Kulit Kepala
Sambung rambut memang menawarkan perubahan penampilan secara instan, tetapi risiko kesehatan yang menyertainya tidak bisa diabaikan.-Foto Freepik.com-
BACA JUGA:Sudah Ajukan KUR BRI 2026? Ini Estimasi Waktu Pencairan Dana Pinjaman
Iritasi dan Gangguan Kulit Kepala
Proses sambung rambut umumnya melibatkan penggunaan lem, ring logam, atau teknik jahit tertentu.
Bahan-bahan tersebut dapat memicu iritasi, gatal, kemerahan, hingga rasa perih pada kulit kepala, khususnya pada orang dengan kulit sensitif.
Reaksi alergi juga bisa terjadi dan memperparah kondisi kulit kepala bila pemasangan atau perawatan kurang tepat.
BACA JUGA:Mengenal Museum Rumah sebagai Warisan Budaya
Rambut Menjadi Kering dan Mudah Rusak
Rambut sambungan sering kali menghambat proses perawatan rambut alami.
Rambut asli yang tertutup atau tercampur dapat menjadi sulit dibersihkan dan dirawat secara merata.
Akibatnya, rambut berisiko menjadi kering, kusut, bercabang, dan mudah patah, terutama pada area yang sering tergesek sambungan.
BACA JUGA:Warna Unik Air Terjun Lagandang Enrekang Menarik Perhatian Wisatawan
Potensi Infeksi Akibat Kebersihan yang Kurang Optimal
Area kulit kepala yang tertutup sambung rambut cenderung lebih lembap dan sulit dijangkau saat keramas.
Kondisi ini dapat menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri.
Jika kebersihan tidak terjaga, infeksi kulit kepala bisa terjadi dan ditandai dengan rasa gatal berlebih, ketombe parah, hingga bau tidak sedap.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
